Daerah  

Akhirnya Tempat Prostitusi Probolinggo Di Grebek

Akhirnya Tempat Prostitusi Seks Probolinggo Di Grebek
Akhirnya tempat Jasa Pekerja Seks Komersial PSK di grebek oleh satuan Samapta Polres Probolinggo. Tempat seperti ini seharusnya memang tidak dibolehkan oleh negara, Khususnya Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Foto; Pikiran Rakyat.com

SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo – Akhirnya tempat Jasa Pekerja Seks Komersial PSK di grebek oleh satuan Samapta Polres Probolinggo. Tempat seperti ini seharusnya memang tidak dibolehkan oleh negara, Khususnya Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Tempat PSK ini di kemas dengan membuka warung kopi. Akan tetapi didalam juga melayani para hidung belang yang ingin memuaskan nafsunya terhadap lawan jenisnya (PSK). Polres Probolinggo melakukan razia itu pada Rabu 1 Juni 2022.

Penggrebekan itu dilakukan di dua lokasi yang berbeda. Tempat disinyalir sebagai tempat prostitusi untuk memuaskan hawa nafsunya.

Kedua lokasi itu ialah salah satu warung di Dusun Ko’ong, Desa Pondokwuluh, Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Selain itu disalah satu warung di Dusun Pancoran Desa Banjarsawah Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.

Alhasil pada razia tersebut, 8 perempuan pekerja seks komersial (PSK) dan 2 pria hidung belang diamankan dan dibawa ke kantor Satuan Samapta Polres Probolinggo.

Adapun inisial kesepuluh orang yang terjaring ini diantaranya SB (32), PU (29), AH (40), AM (40), TU (38), KML (51), SAT (47) warga Kabupaten Probolinggo, ALH (44), warga Kabupaten Banyuwangi, SR (46), warga Kota Probolinggo, dan SRN (42) warga Kabupaten Lumajang.

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi melalui Kasat Samapta AKP Ahmad Jayadi mengatakan, razia dalam rangka memberantas penyakit masyarakat yang selama ini diresahkan warga.

“Kami (Sat Samapta Polres Probolinggo) melakukan razia di dua lokasi tersebut. Hasilnya kami amankan 8 PSK dan 2 pria hidung belang,” katanya.

AKP Ahmad Jayadi juga menambahkan, ke 10 orang ini dikenakan Peraturan Daerah Kabupaten Probolinggo Nomor 05 tahun 2005 tentang Pemberantasan Pelacuran ditempat umum Kabupaten Probolinggo.

“Para pelaku patut diduga melanggar pasal 3 (1) sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Probolinggo Nomor 05 tahun 2005, dengan ancaman kurungan paling lama 3 bulan dan atau denda paling banyak 5 juta rupiah” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan