Hukum  

Anies di Laporkan Ke Bawaslu Terkait Luas Tanah Yang Dimiliki Oleh Prabowo

Anies di Laporkan Ke Bawaslu Terkait Luas Tanah Yang Dimiliki Oleh Prabowo
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming saat hadir dalam debat capres ke-3. (Foto: Ig @prabowo)

SUARARAKYATINDO.COM- Pendekar Hukum Pemilu Bersih (PHPB) melaporkan capres nomor urut 1, Anies Baswedan ke Bawaslu RI buntut pernyataannya terkait lahan capres nomor 2 Prabowo Subianto 340 ribu hektare dan anggaran Rp700 triliun hanya untuk pembelian alutsista bekas.

“Karena diketahui jumlah anggaran Kemenhan tidak mencapai Rp700 Triliun dan terkait bidang-bidang tanah yang dimiliki oleh capres nomor urut 2 Prabowo Subianto adalah seluas 340 (ribu) hektare, maka hal tersebut adalah tidak benar,” kata Perwakilan PHPB, Subadria Nuka dalam keterangannya dikutip Selasa (9/1/2023).

Subadria menyampaikan total lahan pribadi yang dimiliki Prabowo tercantum pada laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN). Prabowo tercatat memiliki tanah dan bangunan senilai Rp275.320.450.000.

Ia juga berkeberatan atas pernyataan Anies yang memberi nilai 11 dari 100 bagi kinerja Prabowo sebagai Menteri Pertahanan. Menurutnya, itu merupakan bentuk penghinaan.

Melalui laporannya, Subadria menduga Anies telah melanggar Pasal 280 ayat (1) jo Pasal 521 UU Pemilu dan Pasal 72 ayat (1) huruf c Peraturan KPU Nomor 20/2023 tentang Kampanye Pemilu.

“Kami meminta agar kiranya Bawaslu RI segera menindaklanjuti laporan kami agar yang bersangkutan dapat segera diproses,” ujarnya.

Pasalnya, telah menghubungi Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja dan Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty untuk mengonfirmasi laporan tersebut. Namun, belum direspons hingga berita ini dinaikkan.

Pada debat ketiga Pilpres 2024, Anies menyinggung lahan kepemilikan seorang menteri di Kabinet Jokowi yang mencapai 340 ribu hektare. Ia membandingkannya dengan separuh prajurit TNI yang belum memiliki rumah dinas.

Merespons omongan Anies itu, Prabowo membantah. Ia meminta Anies berbicara sesuai dengan data.

Selain itu, Anies juga menyentil anggaran sebesar Rp700 triliun untuk pembelian alutsista bekas oleh Kemenhan. Namun, ironisnya Kemenhan tak mampu menahan serangan peretas pada 2023 lalu.

Juru Bicara Timnas AMIN Billy David membantah Anies menyerang secara personal dalam debat ketiga Pilpres 2024.

Billy menilai seluruh pernyataan yang disampaikan Anies termasuk soal data tanah Prabowo Subianto masih sesuai dengan aturan dan batasan yang ditentukan. Selain itu, ia menyebut apa yang disampaikan Anies juga masih sesuai substansi materi debat ketiga.

“Apa yang disampaikan Pak Anies saya rasa dalam batasan dan kaidah yang tepat, dan semua yang disampaikan juga saya rasa cukup substansial meskipun belum semua tersampaikan,” ujarnya kepada wartawan di Markas Pemenangan AMIN, Senin (8/1/2023).

Tinggalkan Balasan