SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo – Banjir kembali menerjang Desa Opo-opo, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Bahkan, dalam kurun waktu satu minggu, banjir tercatat sudah dua kali merendam permukiman warga, khususnya di Dusun Sumber Banger. Kondisi ini memicu kecemasan masyarakat yang rumahnya kerap tergenang air.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Wakil Bupati Kabupaten Probolinggo Ra Fahmi AHZ bersama Ugas Irwanto turun langsung ke lokasi banjir untuk melihat kondisi lapangan sekaligus menyerap keluhan warga.
Ra Fahmi menegaskan bahwa salah satu penyebab utama banjir di Desa Opo-opo adalah kondisi sungai yang mengalami pendangkalan. Sungai yang sebelumnya mampu menampung debit air besar, kini tidak lagi berfungsi optimal sehingga air mudah meluap ke permukiman saat hujan deras.
“Banjir ini salah satunya disebabkan oleh sungai yang sudah dangkal. Dulu alirannya dalam, sekarang kondisinya berubah dan tidak mampu menampung air,” ujar Ra Fahmi saat meninjau lokasi.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah hadir untuk mencari akar persoalan secara langsung di lapangan. Dari hasil peninjauan, ditemukan adanya pelanggaran di sekitar sempadan sungai yang seharusnya tidak boleh dimanfaatkan.
“Kami datang ke sini untuk memastikan penyebab air meluap ke rumah warga. Hari ini sudah terlihat jelas. Seharusnya ada jarak sekitar dua meter dari bibir sungai yang tidak boleh ditanami atau dimanfaatkan apa pun,” tegasnya.
Sementara itu, Sahari, salah satu warga Desa Opo-opo, berharap pemerintah daerah segera melakukan normalisasi sungai yang melintasi Dusun Sumber Banger. Menurutnya, normalisasi menjadi solusi paling mendesak agar banjir tidak terus berulang.
“Kami mengapresiasi rencana pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Tapi yang paling utama dan menjadi keluhan warga adalah normalisasi sungai. Itu yang kami harapkan segera dilakukan oleh dinas terkait,” ungkap Sahari, Kamis (22/01/2026).
Warga berharap, dengan adanya perhatian langsung dari pemerintah daerah dan langkah konkret seperti normalisasi sungai, banjir yang selama ini menghantui Desa Opo-opo tidak kembali terulang, sehingga masyarakat bisa hidup lebih tenang tanpa rasa waswas setiap hujan turun.






