Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Uncategorized

Barcelona Diantara 2 Era Keemasan (Johan Cruyf – Frank Rijkaard) 1996 – 2006

×

Barcelona Diantara 2 Era Keemasan (Johan Cruyf – Frank Rijkaard) 1996 – 2006

Sebarkan artikel ini
Barcelona Diantara 2 Era Keemasan (Johan Cruyf – Frank Rijkaard) 1996 – 2006
penghujung musim 1995/1996 menjadi titik magis Johan Cruyf sebagai pelatih Barcelona. Foto; IG Footbal_Memories_Official

SUARARAKYATINDO.COM – Mei 1996 alias penghujung musim 1995/1996 menjadi titik magis Johan Cruyf sebagai pelatih Barcelona. Dua musim tanpa gelar mayor adalah penyebab utamanya. Presiden Jose Nunez ambil langkah mengejutkan dengan memecat Cruyf pada 18 Mei 1996.

Pada musim selanjutnya 1996/1997, Barcelona memutuskan menggunakan jasa Bobby Robson meskipun ada isu sebenarnya dia interim sambil menunggu kesiapan Luis van Gaal di musim 1997/1998. Ada yang menduga Presiden Nunez merasa tidak, kalau dari Cruyf langsung ke van Gaal mengingat mereka berseteru.

Advertisement
Scroll kebawah untuk membaca

Perseteruan tersebut awalnya dipicu Van Gaal muda yang gagal mendapat tempat utama di Ajax Amsterdam. Karena posisinya sama persis dengan Cruyf, tepatnya sekitar Tahun 70-an sewaktu Ajax mendominasi Eropa dengan threepeat UCL (dulu European Cup). Inti taktik mereka sama, Cuma Van Gaal lebih kaku dan disiplin, mirip sifatnya.

Baca Juga:  Kecewa Dengan Pemerintah, Aliansi Mahasiswa Yogyakarta Gelar Aksi Diam

Balik ke 1996/1997, transfer pemain yang dilakukan pihak Barcelona memang bagus-bagusnya. Sebab pihak manajemen berhasil menggaet Ronaldo de Lima asal Brazil. Selain itu ada Luis Enrique yang dibajak dari Real Madrid, Laurent Blanc, Stoichkov dan duo Portugal, Victor Baia dan Couto yang menyusul Luis Figo yang sudah lebih dahulu bergabung di musim sebelumnya.

Example 120x600