SUARARAKYATINDO.COM – Probolinggo, Drama dugaan penipuan dan konflik aset yang menyeret nama Luluk Nuril kembali mencuat setelah Delia Yasmine, salah satu pihak yang merasa dirugikan buka suara melalui pesan WhatsApp yang beredar di kalangan terbatas.
Dalam pesan tersebut, Delia mengungkap bahwa salah satu aset berupa produk lotion tidak sepenuhnya diambil alih oleh pihak lain, melainkan hanya diamankan sementara agar tidak disita oleh sejumlah korban yang merasa mengalami kerugian.
“Iyaa, itu sebenarnya lotion gak diambil alih. Cuma diamankan aja biar nggak disita orang-orang yang dirugikan,” tulis Delia dalam pesan tersebut, yang dikirim pada Selasa (30/7) pagi.
Menariknya, Delia juga menyebut nama seorang bidan yang berinisial N, bidan asal krejengan itu disebut-sebut sebelumnya terlibat dalam perkara ini. Namun menurutnya, Bidan N tidak memiliki kaitan langsung dengan Luluk Nuril.
“Padahal si bidan Nuri itu nggak ada urusan apa-apa sama Luluk,” lanjutnya.
Delia juga mengungkap adanya upaya pengalihan aset yang disebut-sebut sebagai penyitaan atau pembelian. Ia mencurigai narasi tersebut sengaja dibentuk untuk menghindari tuntutan dari para korban.
“Aset-aset nanti juga akan dialihkan tapi bilangnya disita atau dibeli,” tulis Delia.
Delia juga mengaku dirinya terpaksa memberi “sentilan” kepada pihak tertentu agar tidak sembarangan dalam memindahkan atau menyamarkan aset.
“Makanya aku sentil dulu tuh, biar nggak macam-macam ngalihin aset,” ungkapnya.
Pernyataan ini memperkuat kecurigaan publik terhadap adanya upaya sistematis untuk menyembunyikan atau memanipulasi sejumlah aset yang sebelumnya terkait dengan usaha atau aktivitas bisnis yang dijalankan oleh Luluk Nuril.
Namun pernyataan tersebut telah menambah deretan teka-teki dalam pusaran konflik yang menyeret sejumlah nama dari kalangan pebisnis lokal hingga tenaga kesehatan.













