Kolom  

Desak Anies; Sebagai Ruang Dialog Rakyat Kecil

Desak Anies; Sebagai Ruang Dialog Rakyat Kecil
Ruang Dialog untuk Anies Baswedan. (Foto: Ist/ilustrasi)

Oleh: Atiqurrahman

Saya mengikuti forum diskusi “Desak Anies” ini di Youtube. Ternyata rasa antusias dan apresiatif publik cukup tinggi sekali. Bahkan menjadi trending di Twitter.

Seperti ada secercah harapan yang menyala dan ingin dititipkan kepundak seorang Anies Baswedan jika kelak terpilih sebagai presiden.

Saya melihat, forum Desak Anies ini merupakan model kampanye politik terbaik saat ini. Sebab antara kandidat dengan pemilih bisa saling bertukar gagasan dan pemikiran satu sama lain.

Bahkan, tak sedikit anak muda yang menyampaikan kritik atau ketidaksetujuannya tentang gagasan yang diusung oleh Anies. Dan Anies sangat mengapresiasi hal itu.

“Saya tak meminta Anda memilih saya, tapi yang penting Anda harus tau gagasan dan pemikiran saya”, tuturnya.

Dalam forum itu, Anies juga menyampaikan apa yang ingin dilakukannya untuk Indonesia kedepan, dan menyatakan keberpihakannya kepada kelompok masyarakat yang terpinggirkan selama ini.

Salah satunya di Banyuwangi, Anies bertemu dan berdialog secara langsung dengan para nelayan. Anies mendengarkan ceritanya, keluh-kesahnya, serta harapannya.

Seperti seorang nelayan yang mengeluhkan soal sulit dan mahalnya harga solar sekarang ini. Yang membuat nasib nelayan makin terpuruk. Karena solar adalah komponen penting bagi nelayan untuk pergi melaut mencari ikan.

Kita tahu, pekerjaan nelayan adalah sebuah pekerjaan yang penuh resiko dan ketidakpastian, karena bergantung pada kondisi (cuaca) alam.

Apalagi saat ini, permukaan air laut sedang panas sekali akibat krisis iklim, sehingga terjadi kelangkaan ikan dan menurunnya hasil tangkap ikan secara drastis.

Nah, persoalan semacam itu tidak hanya dialami oleh para nelayan di Banyuwangi, tetapi juga dialami oleh para nelayan di desa saya, Pulau Mandangin. Yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.

Karena itu, Anies ingin memurahkan harga solar dan memudahkan akses untuk mendapatkannya, misalnya dengan mendirikan SPBN didekat kampung-kampung nelayan di Indonesia.

Selain itu, Anies juga ingin mengevaluasi seluruh kebijakan dan aturan perikanan yang notabene merugikan para nelayan. Terutama soal perizinan yang cukup berbelit.

Dan semua itu akan dilakukan oleh Anies, bukan semata-mata janji politik, melainkan sebuah sikap keberpihakan dan kepedulian terhadap kesejahteraan hidup para nelayan.

Bahwa prinsip keadilan dan kesetaraan sebagai dasar perubahan, memang sudah selayaknya diperuntukkan bagi kelompok-kelompok masyarakat yang lemah dan terpinggirkan.

Jadi, sekali lagi, forum Desak Anies ini seperti ruang katarsis bagi rakyat kecil untuk melepaskan segala kegelisahan dalam hidupnya, sekaligus menyalakan harapan yang ingin mereka titipkan kepada seorang Anies Rasyid Baswedan.

Tinggalkan Balasan