Menu

Mode Gelap
Knights of Guinevere Character Sheets with Hero Profiles and Ability Guides Full Episode Guide and Season-by-Season Recap for The Gaslight District Knights of Guinevere Episode Guide with Complete Breakdown of Key Moments and Themes Knights of Guinevere Character Sheets with Hero Profiles and Ability Guides Knights of Guinevere Episode Guide with Complete Breakdown of Key Moments and Themes Murder Drones Episodes Complete Guide to Every Season and Key Moments

Daerah

Duta Genre Kabupaten Probolinggo 2025: Slempang dan seremoni-Kemana mereka sekarang?

badge-check


					Duta Genre Kabupaten Probolinggo 2025: Slempang dan seremoni-Kemana mereka sekarang? Perbesar

Penulis: Inisial G

Ajang Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Probolinggo kembali digelar tahun ini dengan kemasan meriah. Seremoni penuh semangat, lantunan jargon motivasional, hingga parade busana terbaik remaja mewarnai panggung acara. Namun, di tengah gegap gempita itu, muncul pertanyaan yang tak kalah nyaring: Apa dampak nyatanya bagi remaja Probolinggo?

Setiap tahun, acara ini digelar dengan kemasan nyaris serupa. Tapi publik mulai bertanya kemana para Duta GenRe setelah mereka dipilih? Apa peran mereka setelah panggung dimatikan, setelah selempang disimpan dan dokumen acara sekadar jadi arsip media sosial?

Dalam iklim fiskal yang menuntut efisiensi, wajar jika masyarakat mempertanyakan urgensi acara semacam ini. Bukan rahasia lagi bahwa pasca-ajang, banyak Duta GenRe seolah “menghilang”. Tak terdengar kiprah mereka di lapangan. Tidak ada program lanjutan, tak terlihat keterlibatan aktif dalam pendampingan remaja.

Kegiatan ini pun mulai dinilai hanya menguntungkan segelintir pihak: penyelenggara, tim dokumentasi, dan peserta yang mengejar eksistensi. Sementara remaja di akar rumput, yang mestinya menjadi penerima manfaat utama, tak merasakan perubahan nyata.

Tantangan remaja Kabupaten Probolinggo kian kompleks: pernikahan anak, putus sekolah, krisis identitas, penyalahgunaan gawai, hingga persoalan kesehatan reproduksi. Di tengah situasi itu, apa cukup hanya menghadirkan figur duta yang tampil seremonial, lalu menghilang tanpa jejak?

“Remaja tidak butuh ikon satu malam,” ujar seorang aktivis pendidikan setempat. “Mereka butuh representasi nyata teman sebaya yang aktif, konsisten, dan peduli.”

Sudah berapa banyak Duta GenRe yang terpilih sejak program ini berjalan? Apa saja capaian mereka setelah pemilihan? Apakah mereka menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing? Apakah mereka melakukan kampanye edukatif, pendampingan, atau advokasi?

Hingga kini, belum banyak data transparan yang menunjukkan kontribusi konkret para duta terpilih. Minimnya monitoring dan evaluasi dari pihak terkait baik BKKBN maupun OPD pendukung menjadi sorotan. Jangan sampai ajang ini hanya berakhir pada laporan administrasi dan posting Instagram.

Jika Pemkab Probolinggo benar-benar ingin membangun generasi muda yang berdaya, maka ajang seperti ini harus dikawal hingga ke output dan outcome-nya. Bukan sekadar seremoni tahunan, tapi aksi nyata yang bisa diukur dalam bentuk perubahan perilaku, literasi remaja, dan penguatan komunitas.

Jika tidak, publik berhak menilai bahwa Pemilihan Duta GenRe hanyalah “festival gaya-gayaan” yang menyerap anggaran tanpa efek jangka panjang.

Ajang Duta GenRe bisa tetap relevan jika dipadukan dengan program pendampingan berkelanjutan, pelibatan aktif di komunitas, dan pelaporan terbuka terhadap progres masing-masing duta. Transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan harus menjadi roh dari program ini.

Tanpa itu semua, selempang hanya akan jadi pajangan, seremoni hanya akan jadi rutinitas, dan Duta GenRe hanya akan jadi nama dalam daftar pemenang, bukan agen perubahan sesungguhnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

19 April 2026 - 17:10 WIB

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

19 April 2026 - 13:28 WIB

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

19 April 2026 - 10:53 WIB

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor

19 April 2026 - 10:48 WIB

Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor

Kades Pakel Lumajang Dikeroyok di Rumahnya, Polisi Selidiki Motif Serangan

17 April 2026 - 20:39 WIB

Kades Pakel Lumajang Dikeroyok di Rumahnya, Polisi Selidiki Motif Serangan
Trending di Daerah
error: