Effendi Simbolon Nyawanya di Ancam Usai Menyatakan TNi Sebagai Gerombolan Seperti Ormas

Effendi Simbolon Nyawanya di Ancam Usai Menyatakan TNi Sebagai Gerombolan Seperti Ormas
Effendi Simbolon Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP. (Foto; Wikipedia)

SUARARAKYATINDO.COM- Usai Klarifikasi Atas ucapan yang mengatakan TNI Sebagai Gerombolan seperti ormas, Effendi Simbolon mengaku Mendapatkan Teror.

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) itu mengatakan ada intimidasi dan hpnya tidak berhenti berdering selama 24 jam.

Effendi mengaku ponselnya tak berhenti berdering seharian hingga alamat rumahnya disebar. Hal itu membuat Effendi Simbolon khawatir. “Iya, iya (dapat ancaman). Ancaman nyawa. Semua (keluarga juga kena ancaman). Ada di handphone saya,” ucap dia.

Anggota Komisi I saat ini masih melakukan pendataan terkait ancaman yang ia dapat. Namun, ia belum berencana menempuh jalur hukum. “Ada semua saya profiling semua. Nanti pada waktunya saya buka. Enggak, enggak (jalur hukum) jauh di
atas hukum,” ucap dia.

Baca Juga:  Hari Santri Nasional, Ribuan Santri Berdiri di Tengah-Tengah Muhaimin Iskandar

”Mungkin teman-teman lihat sendiri viral-viral, alamat rumah saya dikasih. Kemudian handphone saya 24 jam enggak berhenti-henti berdering,” kata Effendi di Gedung DPR, Senayan, Kamis 15/9/2022.

Effendi menyebut ancaman yang ia terima bukan hanya data pribadinya yang disebar, namun ia dan keluarganya juga mendapatkan ancaman pembunuhan.

Pernyataan itu disampaikan Effendi saat rapat dengar pendapat Komisi I dengan Andika Perkasa pada 5/09/2022.

Setelah mendapat berbagai kecaman dan tekanan hingga dilaporkan ke MKD, Effendi akhirnya menyampaikan permohonan maaf.

Baca Juga:  Megawati Tepis Tangan Presiden Jokowi di Rakernas, Begini Respon Puan Maharani

Permohonan maafnya itu disampaikan Effendi didampingi Ketua Fraksi PDIP Utut Adianto dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Fraksi PDIP, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/9).

“Saya mohon maaf, saya tujukan ini pada seluruh prajurit baik yang bertugas maupun yang sudah purna dan juga para pihak yang mungkin tidak nyaman dengan perkataan saya dan juga pada Panglima TNI saya mohon maaf juga kepada Kepala Staf Angkatan Darat saya mohon maaf dan juga Kepala Staf Angkatan Laut, Kepala Staf Angkatan Udara yang juga mungkin merasa hal yang kurang nyaman,” kata Effendi.

Tinggalkan Balasan