Geger! Korban Mas Bechi Diduga Mencapai 15 Orang

Geger! Kasus Mas Bechi Diduga Mencapai 15 Orang
Mas Bechi, anak kiai Jombang, tersangka pencabulan terhadap santriwati saat digelandang petugas di Rutan Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur. (Foto: ANTARA)

SUARARAKYATINDO.COM- Kini Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi atau Bekhi sudah ditangkap paksa dan mendekam di Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Ahmad Ramadhan mengatakan korban pemerkosaan Bechi empat santriwati Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah. Namun dari keterangan pendamping, ternyata jumlah korban lebih dari itu.

“Itu yang saya tahu ada 15 orang. Mereka cerita ke saya juga. Sangat mungkin masih ada korban lain,” ujar narasumber detikX tersebut yang turut menginisiasi solidaritas antar-korban, Jumat, 8 Juli 2022.

Menurut narasumber itu, salah satu kasus perkosaan tersebut bahkan terjadi sejak 2012. Tidak hanya memperkosa, Bechi juga diyakini telah melakukan berbagai jenis penyiksaan.

Saat mendapatkan perlawanan, Bechi menyundutkan rokok yang masih menyala ke arah pelipis korban. Tidak jarang, punggung dan kaki korban yang saat itu masih berusia belasan tahun juga mengalami lebam akibat penyiksaan.

Bechi kini akan berstatus sebagai terdakwa. Putra pemimpin pesantren, yaitu Kiai Muchtar Mu’thi, tersebut menunggu jadwal persidangannya di Pengadilan Negeri Surabaya. Meski begitu, menurut para pendamping, korban masih rentan dan memerlukan pendampingan psikologis. Direktur WCC Jombang Ana mengatakan korban masih mengalami trauma.

“Sampai sekarang kondisi korban, pada awal upaya penangkapan itu, waswas sudah pasti, kemudian dia juga merasa risau. Tapi setelah diinformasikan pelaku sudah ditahan, tentu saja dalam benak korban dia akan memikirkan bagaimana dia bisa siap secara psikologis berhadapan dengan Terdakwa di persidangan,” ujar Ana kepada reporter.

Ketua Umum Organisasi Shiddiqiyyah Joko Herwanto menganggap semua tuduhan terhadap Bechi tidak benar. Baginya, semua itu hanya tuduhan atau fitnah. Bahkan dia geram Bechi disebut sebagai ‘gus cabul’, ‘kiai cabul’, dan sebagainya. Padahal, klaim Joko, seharusnya ada asas praduga tak bersalah sampai ada putusan pengadilan.

“Mbah Kiai (Muchtar Mu’thi) meyakini bahwa ini adalah fitnah yang menimpa beliau, keluarganya, khususnya kepada Mas Bechi,” kata Joko kepada reporter detikX akhir pekan lalu.

Meski begitu, Joko berjanji akan mematuhi proses dan putusan hukum. “Kami tunggu saja, apa pun keputusan hukumnya kami hormati. Moga-moga yang terbaik bagi semuanya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan