JAKARTA, 11 Desember 2025 – Harga kebutuhan pokok kembali bergejolak hari ini. Harga cabai rawit merah meroket tajam di sejumlah pasar tradisional. Pedagang kini menjual komoditas pedas ini hingga menyentuh angka Rp80.000 per kilogram (kg). Kenaikan ini terjadi akibat cuaca ekstrem dan banjir di wilayah sentra produksi.
Lonjakan Harga Signifikan
Kenaikan harga terjadi sangat cepat dalam dua hari terakhir. Sebelumnya, harga cabai rawit masih stabil di kisaran Rp45.000 hingga Rp50.000 per kg. Kini, harganya melonjak hampir dua kali lipat.
Para pedagang mengaku terpaksa menaikkan harga jual. Mereka mendapatkan barang dari agen dengan modal yang sudah tinggi. Stok di pasar induk pun menipis sejak pagi tadi.
Banjir Memutus Rantai Pasok
Penyebab utama kenaikan ini adalah faktor cuaca. Curah hujan tinggi melanda sejumlah wilayah penghasil cabai di Sumatra dan Jawa. Banjir yang terjadi di jalur distribusi juga menghambat perjalanan truk pengangkut logistik.
Banyak slot terbaru petani gagal panen karena lahan mereka terendam air. Akibatnya, pasokan cabai ke pasar induk di kota-kota besar berkurang drastis. Hukum pasar berlaku: saat stok sedikit namun permintaan tetap, harga pasti naik.
Pedagang dan Pembeli Mengeluh
Kondisi ini memukul daya beli masyarakat. Sumiati, seorang pedagang sayur di Pasar Minggu, mengeluhkan sepinya pembeli.
“Biasanya orang beli sekilo, sekarang cuma beli seperempat kilo atau satu ons saja. Barang juga susah carinya, banyak yang busuk di jalan karena macet banjir,” ujar Sumiati.
Para pemilik warung makan juga menjerit. Mereka slot gacor situs luar negeri harus memutar otak untuk menyiasati biaya bumbu dapur yang membengkak tanpa menaikkan harga makanan.
Prediksi Harga ke Depan
Pengamat ekonomi memprediksi harga cabai masih akan tinggi dalam sepekan ke depan. Hal ini akan berlangsung selama curah hujan masih tinggi dan banjir belum surut. Pemerintah diharapkan segera melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga dan membantu distribusi pasokan dari daerah lain yang tidak terdampak banjir.






