,SUARARAKYATINDO.COM, PROBOLINGGO – Perairan Pantai Bentar, Kecamatan Gending, kembali menjadi pusat perhatian setelah kemunculan hiu tutul kembali terdeteksi di sekitar bibir pantai. Kehadiran satwa laut berukuran besar yang dikenal jinak ini selalu menjadi magnet bagi wisatawan, terutama saat musim migrasinya tiba.
Manajer The Bentar Beach, Abdul Hamid, menjelaskan bahwa kemunculan hiu tutul lazim terjadi antara November hingga Maret. Pada rentang waktu tersebut, hewan pemakan plankton itu mendekat ke area pantai untuk mencari sumber makanan.
“Fenomena munculnya hiu tutul ini menjadi ciri khas Pantai Bentar. Di Jawa hanya ada di sini. Di Indonesia ada di Gorontalo juga, tapi jumlahnya tidak sebanyak di sini,” ujarnya.
Meski demikian, musim kali ini belum menunjukkan peningkatan jumlah yang signifikan. Hingga kini, hanya empat ekor yang terpantau, jauh berbeda dengan musim sebelumnya yang mencapai hampir dua ratus ekor.
Pihak pengelola mengimbau wisatawan agar mengikuti informasi pasang surut yang rutin diperbarui di media sosial resmi Pantai Bentar. Pasalnya, waktu kemunculan hiu tutul tidak bisa dipastikan dan sangat bergantung pada kondisi laut.
“Kadang pagi muncul, kadang sore. Semua mengikuti pergerakan air laut,” tambah Hamid.
Untuk bisa menyaksikan hiu tutul dari dekat, wisatawan lokal dikenai biaya Rp 50 ribu, sedangkan turis mancanegara Rp 150 ribu.
Salah satu pengunjung, Afandy, mengaku terkesan dengan pengalaman menyaksikan hiu tutul secara langsung. Menurutnya, atraksi alam ini menjadi daya tarik yang tidak banyak ditemukan di pantai lain.
“Seru sekali, bisa melihat hewan besar tapi ramah. Mudah-mudahan jumlahnya terus bertambah ke depan,” tuturnya.
Kembalinya hiu tutul ke perairan Pantai Bentar diharapkan dapat mendongkrak angka kunjungan wisata dan semakin menguatkan posisi Kabupaten Probolinggo sebagai destinasi wisata bahari unggulan.






