SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo – Warga Desa Opo-opo, Dusun Sumber Banger, Kecamatan Krejengan kembali dikejutkan oleh banjir yang datang secara tiba-tiba usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut sekitar 25 menit, Jumat (28/3/2026) dini hari.
Banjir kali ini terasa berbeda. Air datang sebelum azan Subuh berkumandang, membuat warga panik karena sebagian besar masih beristirahat. Meski hujan berlangsung relatif singkat, debit air sungai meningkat cepat hingga meluap dan merendam permukiman.
Sahari, salah satu warga setempat, mengaku sudah waswas sejak malam. Ia tidak bisa tidur karena cuaca ekstrem disertai petir dan angin kencang.
“Memang hujannya deras sekali, tapi tidak lama. Saya sudah khawatir bakal banjir. Ternyata benar, air datang sebelum Subuh,” ujarnya.
Menurutnya, banjir di Desa Opo-opo bukan lagi peristiwa luar biasa, melainkan kejadian yang terlalu sering terulang setiap kali hujan deras turun. Warga pun merasa lelah dengan kondisi tersebut.
“Setiap hujan besar pasti banjir. Kami ini seperti sudah langganan. Sudah disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Probolinggo juga. Lalu kami harus bagaimana lagi supaya banjir ini tidak terus terjadi?” keluhnya.
Ia menilai, meski pemerintah daerah telah melakukan sejumlah upaya penanganan, pekerjaan di lapangan belum sepenuhnya rampung. Akibatnya, persoalan banjir masih menghantui warga hingga kini.
Dibandingkan desa-desa lain di sekitarnya, Opo-opo disebut menjadi wilayah yang paling sering terdampak banjir. Warga pun berharap ada langkah nyata dan penyelesaian tuntas agar mereka tak lagi hidup dalam kecemasan setiap kali hujan turun.













