Kolom  

Kado Juara di Musabaqoh Syarhil Qur’an Buat Najmah Syakiratun Ni’am dkk

Kado Juara di Musabaqoh Syarhil Qur'an Buat Najmah Syakiratun Ni'am
Najma Syakiratun Ni'am juara Musabaqoh. (Foto: SRI)

Oleh:  Jhon Qudsi

Rektor Universitas Kehidupan

Awalnya kau cukup terkejut dengan masuknya kau di dalam team itu, dan sebetulnya kau diam-diam kepengen ikut lomba cuma yang berbeda dengan MSQ tapi lomba puisi, untuk berpartisipasi dan berkompetisi di bidang lomba yang lainnya, eh ternyata kau malah di suruh menggantikannya

Bukankah suatu rencana telah di ciptakan Tuhan tetapi manusia harus berusaha untuk mengubah nasibnya, hal-hal yang tidak terduga selama dalam persiapan lomba MSQ begitu mepet, sempat ganti team yang terdiri dari tiga orang dan tiba-tiba kau dapat kesempatan menggantikannya

Dan aku hanya tersenyum dengan sedikit memberikan dorongan untuk tetap semangat dalam ajang lomba tersebut, aku sedikit mengetahui bakat akan kemapuan mu dalam public speaking ketika aku melihat kerja hasil studi nilai mu cukup baik, aku tidak heran kalau kesempatan itu datang dan di berikan kepada mu adalah hal yang pas

Ketika lomba sedang berlangsung
untuk menunggu pengumuman menuju ke grand final, pada pertengahan malam teman mu membangunkan mu bahwasanya team mu masuk di grand final, betapa bahagianya diri mu dan teman-teman mu mengetahui akan kabar tersebut. Dan selanjutnya kau mempersiapkan tampil di Universitas Tribakti Lirboyo Kediri

Hal yang paling mendebarkan adalah, katanya ketika kau tampil di grand final kau sempat down, lupa teks pidato dan kau panik, dan sosok yang memberikan semangat sejak awal adalah Bapak yang selalu membesarkan hati mu untuk selalu tetap tabah terhadap keadaan supaya mental mu pulih ( stabil ) seperti sedia kala

Karena bentuk kerendahan hati mu yang merasa bersalah, di luar dugaan team mu telah memaklumi kejadian itu seraya mensupport supaya tetap bangkit, mungkin kejadian itu cukup lucu dan unik sebagai bahan cerita suka dan duka kelak ketika di kenang

Mama sebagai penasehat yang memberikan arahan kepada mu tentang pentingnya untuk selalu teliti, dan tiba akhirnya setelah kabar itu di tunggu-tunggu dari hasil pengumuman juara, ternyata team mu mendapatkan juara tiga

Bagi ku itu merupakan suatu pencapaian yang luar biasa meskipun harapannya juara satu tapi kenyataan berkata lain, manusia sebatas berusaha tapi Tuhan yang menciptakan kenyataan

Sekarang kau adalah kabar baik bagi Bapak dan Mama, keluarga dan Kampus, tidak sia-sia jauh-jauh dari Probolinggo ke Kediri membawa juara tiga, hal yang paling penting adalah terus berjuang torehkan semangat untuk terus berlatih

_”Karena juara merupakan bonus dari perlombaan yang tidak boleh hilang adalah Istiqomah belajar, supaya rasa percaya diri dan harapan mentalitas mu kokoh dengan segala medan juang”_

selamat untuk Najmah Syakiratun Ni’am, Iroda Aulia dan Nafsiatul Salvia, srikandi santriwati Pondok Pesantren Ainul Hasan Wonorejo, barokah masyayikh Genggong KH Moh Hasan, KH Hasan Saifouridzal Nyai Hajah Himami Hafsyahwaty dan para masyayikh yang lain, dan pastinya KH Ahsan Bahrul Ulum, Umi Anik Khusnawiyah dan Ning. Herlina Zaini, kalian dkk adalah bagian sejarah perjuangan dan pengorbanan yang indah di kenang

Amin ya rabbal alamin, jangan GR gede rumongso karena di atas langit masih ada matahari ☀️ kita tidak bisa menghalau sinarnya, manusia hanyalah lampu pijar ( lampu teplok, demar telompek ) dan jangan lupa traktirannya di tunggu ya! hehehe ( maaf cuma bercanda )

Tinggalkan Balasan