Kolom  

Luar Biasa! Muhammad Edy Menjalani Kehidupan Sesungguhnya

Luar Biasa! Muhammad Edy Menjalani Kehidupan Sesungguhnya
Laki-laki Yang Bisa Ditiru Dalam Menjalankan Kehidupan

OLeh: Ajonk

Setiap manusia pasti mengalami rintangan yang begitu besar dan sudah pasti rintangan itu dialami oleh setiap manusia. Tak heran, kalau ada orang yang tidak tabah dalam menjalani cobaan yang diberikan Tuhan Kepadanya.

Cobaan itu memang diberikan langsung oleh Allah SWT kepada semua makhluknya. Karena hal itulah yang menjadi tolak ukur dirinya akan masuk Surga kelak nanti.

Cobaan yang dialami oleh salah satu orang yang bernama Muhammad Edy, dirinya begitu tabah dalam menjalani cobaan Yang Diberikan kepada Allah kepadanya.

Dalam perjalanan hidupnya, dirinya merupakan salah satu mahasiswa yang Menimba ilmu di Perguruan Tinggi Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Fakultas Usuludin Jurusan Aqidah Filsafat. Yang mana, hari ini Edy masih berstatus sebagai Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Sebelum masuk di perguruan tinggi Negeri Yogyakarta, Edy menempuh sekolah menengah di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Jurusan Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) dan Lulus pada tahun 2016.

Ketika dirinya masuk ke Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan jalur Bidik Misi. Dan selama di Yogyakarta dirinya masih santai asik bersama teman-temannya, sebab hal itu masih merupakan kehidupan sewaktu dirinya masih asik halayak mahasiswa pada umumnya.

Setelah 4 Tahun di Yogyakarta, Edy mendengar kabar bahwa, Ibunya Sudah Wafat, dan Edy langsung pulang ke kampung halamannya di Desa Temaah, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Dan dari situlah, kesabaran Muhammad Edy di uji.

Minggu demi Minggu, bulan demi bulan telah di lalui oleh Edy. Dari situ, Edy merasakan kehidupan dunia yang sesungguhnya. Sehingga dari situ, Edy berfikir bagaimana sekiranya saya tetap hidup dalam setiap harinya tanpa menjadi beban untuk keluarga.

Dari situ, Edy Mempunyai inisiatif bagaimana bisa tetap hidup dengan cara berjualan kerupuk dan menitip ke warung-warung di sepanjang jalan Probolinggo-Besuki. Pada awalnya dia bisnis kerupuk masih kebingungan untuk menaruk kerupuk itu kepada, dan akhirnya dia menitipkan kerupuk itu ke Warung dan pada saat ini pelanggan di sepanjang jalan Probolinggo- Besuki nyaris menjadi pelanggan tetap Edy.

Setiap hari Edy banting tulang hanya demi sesuap nasi. Pada jam 04.00 setelah sholat subbuh Edy sudah langsung jalan dari Krejengan menuju Tongas untuk menggoreng kerupuk. Setelah itu pulang dan langsung menjual kerupuk itu untuk di titipkan ke Warung. Begitu setiap hari Muhammad Edy dalam menjalani hidupnya.

Cobaan itu memang pasti ada, karena itu sudah merupakan cara Allah untuk menguji hambanya agar selalu ingat kepadanya. jadi, segenap orang Jagan lah sombong karena harta yang di punya, karena itu merupakan titipan dari Allah SWT.

Jadi, kehidupan sejati itu adalah dia yang menjalankannya dari 0 sampai dia sukses dikemudian hari. Apakah kalian masih mau sombong ketika kalian masih kaya?

Respon (2)

Tinggalkan Balasan