Menu

Mode Gelap
Truk Rem Mendadak di Duga ODGJ, Pick Up Tabrak dari Belakang di Dringu Ansor Kraksaan Fasilitasi Pecinta BMX Lewat Ajang Ramadan Night Drag Race Daftar Situs Slot Thailand Gacor Anti Rungkad Terbaik Tahun Ini Kasus DBD di Kota Probolinggo Capai 36 Orang hingga Awal Maret 2026 WSBP Tuntaskan Suplai Beton Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket 3 Jelang Mudik Lebaran 2026 888Starz مصر منصة المراهنات الرياضية والكازينو مع إعداد سريع

Nasional

Muhaimin Bentuk Pengurus DPP PKB, Ini Sosok Pemuda Yang Akan Menggerakkan PKB Kedepan

badge-check


					Wajah Wajah DPP PKB saat foto bersama dengan Muhaimin Iskandar. (Foto: Ig @cakiminow) Perbesar

Wajah Wajah DPP PKB saat foto bersama dengan Muhaimin Iskandar. (Foto: Ig @cakiminow)

SUARARAKYATINDO.COM- Di tengah mencuatnya Muktamar tandingan dan meruncingnya konflik PBNU-PKB, Cak Imin justru mengorkestrasi kepemimpinannya dengan menghadirkan anak-anak muda sebagai pengurus teras harian DPP PKB.

Kehadiran anak-anak muda ini diharapkan membawa semangat dan nilai-nilai baru dalam tubuh PKB yang lebih sesuai dengan perubahan zaman dan aspirasi politik generasi Z.

Keberadaan anak-anak muda ini merupakan langkah cerdas dan taktis Cak Imin untuk membangun sistem meritokrasi dalam tubuh PKB. Sebab PKB tak ingin kultur partai bergantung pada figur atau sosok tertentu, seperti lazimnya partai politik saat ini.

PKB justru ingin membangun sebuah kultur politik modern berdasarkan kompetensi dan kecakapan intelektual sebagai mesin penggerak partai. Jalan ini sengaja dipilih dan ditempuh Cak Imin demi memajukan dan membesarkan PKB.

Nama-nama seperti Ais Shafiyah Asfar, Gielbran Muhammad Nur, Nadya Alfi Roihana dkk menjadi wajah baru yang akan menghiasi kantor DPP PKB. Dan kerja-kerja politik mereka pasti memberikan warna baru terhadap arah dan kiprah politik PKB ke depan.

Para anak muda ini juga memiliki rekam jejak bagus dan tingkat pendidikan yang memadai. Seperti Ais Shafiyah Asfar, ia adalah seorang kandidat doktor sekaligus anggota legislatif terpilih di Surabaya, dan usianya masih 23 tahun.

Atau Gielbran Muhammad Nur, ia adalah seorang mahasiswa sekaligus mantan BEM UGM, dan cukup vocal dalam menyuarakan krisis demokrasi dan konstitusi. Usianya pun sama, 23 tahun.

Bagi saya, keberadaan dan keterlibatan anak-anak muda ini semacam otokritik terhadap orang-orang yang ingin menghancurkan PKB, atau dalam istilah Cak Imin sebagai “para pembegal”.

Para pembegal ini tak lebih sekadar politisi tua yang berwatak kekanak-kanakan. Ia menyerang dengan narasi pepesan kosong di tengah semakin besarnya perolehan suara PKB dalam setiap pemilu.

Kini ada 68 kader terbaik PKB yang telah melanggeng ke senayan, dan sebelumnya hanya 58 kader saja. Bertambahnya 10 kader ini menunjukkan sebuah capaian yang luar biasa.

Dan capaian tersebut, saya kira cukup untuk membungkam suara-suara sumbing dan anyir terhadap PKB. PKB akan tetap berdiri kokoh dan selalu fokus pada agenda-agenda kerakyatan dan demokratisasi.

PKB juga tetap selamanya menjadi rumpun aspirasi dan harapan bagi warga Nahdhiyyin. Bagaimana pun juga, PKB lahir dari rahim Nahdhatul Ulama. Meskipun secara organisasi dan orientasi keduanya berbeda.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemohon Uji Materi: Anggaran Pendidikan 2026 Jangan Sekadar Naik Angka, Substansinya Tergerus

20 Februari 2026 - 21:53 WIB

Emak-emak Datangi Rumah Koordinator Investasi di Pakuniran, Polisi Amankan Tiga Orang

10 Februari 2026 - 18:21 WIB

Emak-emak Datangi Rumah Koordinator Investasi di Pakuniran, Polisi Amankan Tiga Orang

Kementerian Transmigrasi Perkuat Promosi Produk Unggulan Transmigrasi di Inacraft 2026

7 Februari 2026 - 13:16 WIB

Anggaran MBG Ambil Pos Pendidikan, UU APBN 2026 Digugat ke Mahkamah Konstitusi

26 Januari 2026 - 17:58 WIB

Rumah Yaqut Cholil Qoumas Dijaga Ketat Usai KPK Tetapkan Tersangka Kasus Kuota Haji

9 Januari 2026 - 21:07 WIB

Rumah Yaqut Cholil Qoumas Dijaga Ketat Usai KPK Tetapkan Tersangka Kasus Kuota Haji
Trending di Nasional
error: