Menu

Mode Gelap
Transitioning from TSP to Gold IRA: A Comprehensive Guide Understanding Gold IRAs: A Secure Haven to your Retirement Savings Observational Analysis on Gold IRA Transfers: Developments, Processes, And Investor Motivations Best Online Gold Shopping: A Comprehensive Guide Case Examine: The Rise of Private Jet Rental Services in the 21st Century Erectile Dysfunction Treatment Online: A Complete Overview

Nasional

Negosiasi 5 Bulan Berakhir, Apple Setuju Bangun Pabrik di Indonesia

badge-check


					Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza di kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (26/2/2025). (Foto: Doc. Kemenperin) Perbesar

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza di kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (26/2/2025). (Foto: Doc. Kemenperin)

SUARARAKYATINDO.COM – Jakarta, Setelah melalui proses negosiasi yang berlangsung selama lima bulan, Pemerintah Indonesia akhirnya resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Apple.

Kesepakatan ini mencakup pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), pembayaran utang investasi, serta komitmen baru Apple di Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa Apple telah melunasi utang investasinya sebesar US$ 10 juta (Rp 163,6 miliar) yang tertunggak sejak 2020-2023.

Namun, meskipun telah menyelesaikan kewajibannya, Apple tetap dikenai sanksi akibat ketidakpatuhan terhadap regulasi sebelumnya.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Apple menugaskan ICT Luxshare untuk membangun pabrik AirTag di Batam dengan nilai investasi US$ 150 juta (Rp 2,45 triliun).

Pabrik ini akan menjadi pemasok utama AirTag global, dengan 65% produksinya ditujukan untuk ekspor.

“Potensi ekspornya sangat besar, ini peluang bagi industri Indonesia untuk terhubung lebih dalam dengan rantai pasok global,” ujar Agus dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (26/2/2025).

Selain itu, Apple juga akan menyiapkan lini produksi baru di Long Harmony, Bandung, yang akan memproduksi kain mesh untuk AirPods Max.

Langkah ini semakin memperkuat keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok global Apple.

Tidak berhenti di situ, Apple juga telah menyepakati pembangunan pusat Research and Development (R&D) di Indonesia dengan nilai investasi US$ 160 juta (Rp 2,61 triliun).

Menurut Agus, angka tersebut merupakan investasi minimal yang dipersyaratkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperkuat ekosistem teknologi dalam negeri.

Dengan kesepakatan ini, sertifikat TKDN untuk iPhone 16 akan segera diterbitkan oleh Kementerian Perindustrian, membuka jalan bagi penjualan perangkat tersebut di Indonesia.

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam strategi pemerintah untuk menarik lebih banyak investasi asing sekaligus memastikan kepatuhan perusahaan global terhadap regulasi nasional.

Indonesia kini semakin diperhitungkan dalam ekosistem industri teknologi dunia.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

14 Maret 2026 - 13:00 WIB

Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditahan KPK dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024

13 Maret 2026 - 13:56 WIB

BGN Hentikan Ratusan Unit SPPG di Jawa Timur, Ini Alasannya

12 Maret 2026 - 13:31 WIB

Pemohon Uji Materi: Anggaran Pendidikan 2026 Jangan Sekadar Naik Angka, Substansinya Tergerus

20 Februari 2026 - 21:53 WIB

Trending di Nasional
error: