Hukum  

Nirina dan Mahfud MD Bincang Persoalan Mafia Tanah

Nirina Bertemu Mahfud Md Bincang Persoalan Mafia Tanah
Nirina langsung bertemu dengan Pak Mahfud Md perihal mafia tanah. Foto: Suara.com

SUARARAKYATINDO.COM – Belakangan ini kerap terjadi kasus mafia tanah yang semakin marak di Indonesia khususnya, Sehingga salah satu aktris Nirina Bertemu dengan Menko Polhukam, Mahfud Md untuk membahas persoalan itu.

Nirina langsung bertemu dengan Pak Mahfud Md, pasalnya kedatangan aktris Nirina Zubir di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (3/6). Keduanya membahas soal mafia tanah.

“Hari ini saya senang, sebagai warga, bisa mengeluarkan keluh kesah untuk berbicara langsung kepada Pak Mahfud dan mencari titik terang di dalam kasus mafia tanah yang sedang ramai saat ini,” ujar Nirina usai bertemu Mahfud seperti dalam keterangan yang diterima pada Sabtu (4/6/2022).

Baca Juga:  Bahaya! Narkoba Sudah Masuk Dalam Tubuh Polri

Nirina meminta korban mafia tanah tidak takut untuk memperjuangkan haknya. Nirina juga meminta pencerahan kepada Mahfud soal rencana pembentukan tim lintas kementerian yang akan mengurus masalah pertanahan.

“Tadi aku minta pencerahan dari Bapak, ini tim yang baru dibentuk bagaimana, bedanya dengan sebelumnya dengan satgas mafia tanah bagaimana, ternyata ini lebih intensif lagi. Jadi, buat kami lumayan menenangkan lah ya, karena kami korban-korban ini kan nggak tahu apa lagi yang harus dilakukan,” tambah Nirina.

Baca Juga:  Sajak Umi Nurhayati Doa Orang Miskin

Urusan tanah memang sudah selayaknya harus diperjuangkan demi terjadinya kekacauan. Sebab, Aksi para mafia tanah tidak jauh dari persoalan sengketa dan konflik.

Mahfud mengaku mendapatkan banyak laporan dari korban mafia tanah. Kemudian, Mahfud meminta penegak hukum agar berhati-hati mengambil keputusan.

Mahfud berjanji pemerintah akan menangani persoalan mafia tanah secara cepat.

“Banyak sekali laporan yang masuk. Ada juga yang sudah tinggal diatas lahan itu turun-temurun, tiba-tiba diusir karena disitu mau dibangun apartemen oleh pengembang. Padahal dia tidak merasa menjual tanahnya, lalu mengadu malah dia diusir,” papar Mahfud.

 

Tinggalkan Balasan