Oleh: Atiqurrahman
(Wakil Sekretaris LTN NU Pulau Mandangin).
Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang sangat sakral dan penuh dengan keutamaan dan kemuliaan bagi umat islam.
Sebagaimana hadist Nabi, bahwa pada bulan Muharram dianjurkan atau disunnahkan untuk melakukan amalan-amalan yang baik seperti berpuasa Asyura, menyantuni anak yatim dan mencegah diri untuk tidak melakukan hal buruk.
Selain itu, bulan Muharram adalah momentum kontemplasi atau perenungan diri umat islam atas peristiwa sejarah kelam masa lalu yang menimpa Sayyidina Husein bin Ali bin Abi Thalib di Karbala, Irak.
Oleh karenanya, umat islam harus mengenang peristiwa Karbala itu dengan mengupayakan hal-hal yang baik. Salah satunya adalah menyantuni anak yatim.
Dan menyantuni anak yatim seyogianya adalah kewajiban setiap pribadi umat islam, sebab itu bagian dari perintah Allah SWT, sebagaimana firman-Nya dalam QS, Albaqarah, (2), 220.
“Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakan lah “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik,”
Dengan demikian, dalam rangka memeriahkan berbagai keutamaan dan kemuliaan bulan Muharram ini, MWC NU Pulau Mandangin melaksanakan serangkaian kegiatan keagamaan.
Diantaranya ialah: 1), Kirab dan pertunjukan seni, 2), BAZAR, 3), Parade Nadzam, Gema Sholawat dan Istigosah, 4), Orkestrasi Pencak Silat, 5), Khotmil Qur’an, 6), Pengajian Akbar, dan 7), Santunan Anak Yatim.
Tujuan utama dari serangkaian kegiatan ini selain untuk mengharap ridho Allah SWT, juga menyambut sekaligus merayakan tahun baru islam (Hijriyah).
Dan mengajak umat islam agar senantiasa memiliki rasa kasih sayang dan kepedulian yang tinggi terhadap sesamanya. Terutama ikut andil dalam meringankan beban hidup anak-anak yatim.
Hal itu didasarkan pada salah satu sabda Nabi Muhammad SAW, bahwa “Orang yang menanggung (mengasuh) anak yatim miliknya atau milik orang lain, aku dan dia seperti dua jari ini di surga.” (HR. Muslim).
Alhasil, ajaran islam sangatlah erat kaitannya dengan nilai-nilai kemanusian. Dengan kata lain, islam hadir sebagai sebuah agama yang menghargai dan memuliakan umat manusia. Sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW disepanjang hidupnya. Yakni, ajaran islam yang penuh kasih sayang, damai, toleransi dan tanpa kekerasan.






