Praktisi Retailer Dorong Produk KUPS Lakukan Intermediasi Pasar - Suararakyatindo

Menu

Mode Gelap
KH Zulfa Mustofa Ditunjuk sebagai Pj Ketua Umum PBNU Gantikan Gus Yahya UNUJA–BPS Perkuat Ekosistem Data Lewat Pojok Statistik dan Program Desa Cantik Tembakau Probolinggo Makin Diperhitungkan, Tembus Pasar Antarwilayah Sweet Bonanza Demo Play: A Sugary World of Wins Petani Cabe Rawit di Probolinggo Mulai Tembus Rp 75 Simak Faktanya Aspirasi Run 2025 Semarak, DPRD Probolinggo Dorong Budaya Hidup Sehat

Berita

Praktisi Retailer Dorong Produk KUPS Lakukan Intermediasi Pasar

badge-check


					Praktisi retailer Makasar, Asdar Marzuki Festival Pengembangan Usaha dan Perhutanan Sosial (PUsPA), Rabu (26/10/2022).. (Foto; SRI) Perbesar

Praktisi retailer Makasar, Asdar Marzuki Festival Pengembangan Usaha dan Perhutanan Sosial (PUsPA), Rabu (26/10/2022).. (Foto; SRI)

SUARARAKYATINDO.COM, JAKARTA – Praktisi retailer Makasar, Asdar Marzuki mendorong agar produk-produk perhutanan sosial yang dikelola Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) mulai melakukan intermediasi pasar. Baik pasar tradisional, pasar modern (retailer) dan platform (direct selling).

“Tidak mudah memang untuk meyakinkan, untuk memasukkan produk kita ke usaha retailer. Apalagi KUPS itu daerahnya jauh dari pusat kota. Dan pada umumnya produk UMKM atau KUPS itu sendiri belum bisanya memenuhi persyaratan atau aturan yang diberlakukan para retailer,” kat Asdar.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara pada Festival Pengembangan Usaha dan Perhutanan Sosial (PUsPA) yang digelar atas kerjasama The Asia Foundation (TAF) dan Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK).

Bertajuk ‘Market Gathering Produk Unggulan dan Produk Ekowisata Berbasis Perhutanan Sosial’, festival PUsPA ini digelar secara dari daring, Rabu (26/10/2022).

Lebih lanjut Asdar menuturkan, meski belakangan ada kecenderungan trend market ke online atau platform, khusus pasar retailer memiliki tempat potensial untuk mencoba melakukan penetrasi pasar pada konsumen karena memiliki infrastruktur hampir di setiap sudut-sudu kota atau perumahan.

Selain itu, turunnya daya beli dan konsumsi sejak wabah COVID-19 membuat masyarakat melakukan pengurangan yang bukan kebutuhan pokok. Namun mencoba melakukan komper terhadap produk-produk lokal yang sama untuk dikonsumsi dengan harga yang lebih murah. Hal ini menjadi peluang bagi KUPS untuk melakukan penetrasi pasar.

“Disini sebenarnya ada peluang bagi produk-produk lokal, terutama produk yang bisa dihasilkan dari perhutanan sosial bisa masuk atau melakukan penetrasi ke pasar retailer. Apalagi sekarang beberapa usaha retailer, tidak semua tapi, ada juga yang selalu berorientasi pada produk internasional. Tapi ada beberapa usaha retailer, yang kebetulan kami sempat kerja sama, itu sudah melirik kelokalan, jadi lokalitas juga dia perhatikan,” urainya.

Dalam kesempatan itu Asdar juga menekankan, nilai kelokalan bisa menjadi nilai tawar persaingan sebuah produk.

“Tidak semua produk harus selalu modern dan menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi dari segi kemasan. Tapi justru dengan kelokalan maka nilai kelokalannya yang coba kota perkuat,” tambahnya.

“Karena adanya juga aturan tentang pendistribusian barang atau produk maka seyogyanya memang harus memenuhi perizinan, semacam labeling atau sertifikasi supaya bisa masuk ke pasar retailer.

Sekarang ini malah sudah ada persyaratan khusus, berupa izin Produksi Industri Rumah Tangga (P-IRT), yang sangat mendukung pada usaha kecil,” jelasnya.

Di akhir paparannya, Asdar juga menegaskan pentingnya peran stakeholder dalam mendorong dan mengupayakan peningkatan produk-produk KUPS mulai dari hulu ke hilir, yaitu dari proses produksi hingga pemasaran karen KUPS juga memiliki keterbatasan.

“Untuk KUPs, kolaboratif itu penting. Tidak cukup dengan kolaboratif, kalau kita tidak berpartisipasi aktif dan ujungnya inovatif. Karena produk itu selalu berkembang. Bukan saingan kita si A si B yang di dalam satu wilayah tetapi justru antar negara sekarang. Mari kita bergandengan tangan mencoba untuk berinovasi secara bersama dengan semua sumberdaya yang kita miliki, agar bukan hanya lokal yang kita penuhi tetapi bagaimana bisa menembus global,” pungkas Asdar.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tim Satgas dan OPD Probolinggo Sidak Dapur MBG Genggong, Pastikan Kelayakan dan Kualitas Makanan

4 November 2025 - 16:42 WIB

PDAM Mandek, Warga Probolinggo Rela Tinggalkan Pekerjaan Demi Cari Air Bersih

29 September 2025 - 14:56 WIB

PDAM Mandek, Warga Probolinggo Rela Tinggalkan Pekerjaan Demi Cari Air Bersih

Siap-siap, Harga Cabai Mulai Merangkak Naik

21 September 2025 - 21:45 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Probolinggo Naik Tajam, Bawang Merah Justru Turun

Khofifah Sindir Target Bersih Sampah di Probolinggo: 2026 Harus 60 Persen, Mampukah?

20 September 2025 - 18:48 WIB

Khofifah Sindir Target Bersih Sampah di Probolinggo: 2026 Harus 60 Persen, Mampukah?

Kota Probolinggo Sedang Tidak Aman, Siswa SD Diduga Korban Penculikan

10 September 2025 - 18:58 WIB

Kota Probolinggo Sedang Tidak Aman, Siswa SD Diduga Korban Penculikan
Trending di Berita
error: