Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Kolom

Puisi Jayek, “Antara Air Mata dan Kenangan”

×

Puisi Jayek, “Antara Air Mata dan Kenangan”

Sebarkan artikel ini
Puisi Jayek, "Antara Air Mata dan Kenangan"
Disinilah ajalku dipanggil yang mengisahkan kenangan dan air mata. (Foto; SRI)

Oleh: Jayek

Antara Air Mata Dan Kenangan

Advertisement
Scroll kebawah untuk membaca

Ibu Pertiwi menangis lagi
Atas hilangnya nyawa sang putra-putri
Sedang bapak pejabat sibuk melontarkan basa-basi
Katanya, kami turut berduka atas kejadian ini

Di bawah, nyawa-nyawa sedang dihitung jari
Jumlah kematian terus bertambah setiap hari
Para pejabat saling lempar tangan dengan sejuta alibi
Agar bisnis tetap dinikmati
dan jabatan tetap dinanti

Baca Juga:  SURVEI SMRC: HANYA 64,6 PERSEN PUBLIK TAHU SEMUA SILA PANCASILA

Sedangkan di antara lorong-lorong gang yang sempit
Ada ibu-ibu yang menunggu anaknya pulang
Isak tangis ibu mengantar di jagat langit Malang
Awan menjadi merah karena amarah
Banjir duka dari deras tetes air mata

Ibu. Putramu dikhianati lagi
Oleh bapak yang tak memiliki hati

Example 120x600