“Bukan Mimpi Buruk Tapi Kenyataan”
hem! alangkah lucunya percaturan politik di negeri ini
berbagai strategi dan koalisi hingga pecah kongsi
ada yang bingung dari pasangan cawapres
sampai kehabisan isu menjadi setres
oh! ini bukan persoalan main-main
tetapi mengapa kalkulasi seperti selebrasi
hanya mempertontonkan
kesibukan tidak begitu jelas, mari bertanya jujurnya;
“untuk apa kalau cuman sekedar tawar-menawar
jika pada akhirnya di tentukan oleh samg Ibu.”
persoalan pengkhianatan di dalam anggota partai
masuk dan keluar sudah menjadi hal biasa
orang yang kritis berubah apatis
orang idealis jadi iblis
mari kita lihat sebelum kampanye terjadi di mana-mana
tentang seseorang pengemis peminta suara
agar mendapatkan kursi jabatan
seringkali lupa
terhadap program yang telah di janjikan berubah pikun
ini bukan karena mereka sudah tua atau sakit stroke
apa yang di ucapkan ketika kampanye sulit di buktikan
Kenyataannya
sensasi di dalam panggung kekuasaan
lebih di minati oleh mereka
dari pada ketimpangan sosial urusan dunia pendidikan
kesejahteraan masyarakat semakin buruk
biaya kesehatan yang sulit di jangkau oleh orang-orang miskin
dan semoga pernyataan ini hanyalah khayalan ku yang bodoh
dari mimpi buruk tadi malam, aku pun menjadi ragu-ragu
tiba-tiba
pacar
ku
menghubungi
lewat WhatsApp, berpesan begini;
“jangan terlalu vokal dan lantang bersuara
pada kekuasaan karena jawabannya antara tuli dan perduli?”
. . .
tafsir ngawuriah
07:26
02/09/2023






