Kolom  

Puisi Mas Dewa, “Purnama di Puncak Kasada

Puisi Mas Dewa, "Purnama di Puncak Kasada
Terasa sahdu malam yang di saksikan oleh segenap keanekaragaman agama. Foto; SRI

Oleh; Mas Dewa

Purnama di Puncak Kasada

Hembus angin mengusik dedaunan yang mulai terkantuk
Melambai perlahan
Sembari menahan dingin

Rintik hujan seperti memberi kode
Bahwa sebentar lagi akan turun hujan

Di sepanjang perjalanan
Janur kuning landai menghiasi tiap – tiap halaman rumah penduduk
Aroma embun dan pepohonan merasuk dalam kalbu
Pertanda puncak akan segera tiba

Berkelibat kain sarung di pundak seorang pejalan kaki
Menandakan ia orang lokal
Ramah – tamah, saling saut

Hingga senja tiba
Kami berteduh di rumah salah seorang lokal gunung Bromo

Percakapan dimulai dengan salam dan perkenalan
Dilanjut basa – basi ringan tentang cuaca dan situasi sekitar
Tapi dingin, tetap tak mau berkawan
Ia terus menerobos sarung dan jaket yang dikenakan
Jemari kaki tak mau bersilaturahmi dengan lantai
Dingin tak ketulungan

Yadnya Kasada
Seluruh umat hindu bernaung dalam satu atap kepercayaan
Menghormati meluluhur
Mematuhi keyakinan
Menjalankan perintah atas dasar Iman yang kukuh

Kabut mulai menutup pandangan
Tinggal gemerlap lampu menjadi penerang dalam ruang pertemuan
Dibuka dengan tarian sendra tari
Kisah pendahulunya

Gunung Bromo dan Tengger
Kedua kawan yang tak terpisah satu dengan lainnya
Sarat akan misteri
Dan nuansa mistik

Tengger
Sejarah kisah perjalanan kasih
Roro Anteng dan Joko Seger
Memilih menjalin asmara di kawasan Gunung Bromo
Menjadi pemimpin
Mengetuk pintu masa depan rakyat Tengger

Hingga kini
Dengan Hikmat
Seluruh ajaran, kegiatan, dan tradisi tetap dilancarkan
Dengan harap yang diamini dalam doa;
Kami anak – cucumu
Bersimpuh dan bersyukur
Atas berkah yang Engkau berikan
Atas Rejeki, Umur, dan keselamatan
Tak banyak yang bisa kami haturkan
Hanya hasil tenak dan hasil bumi ini
Menjadi wasilah
Melestarikan tradisi, menepati janji atas kesepakatan – kesepakatan
Dan keberkahan semoga selalu merahmati tiap langkah hamba tinggal dibumi Bromo – Tengger ini
Amin

Larung Sesaji

Dengan niat dan keikhlasan
Kami mendaki keujung puncak
Membawa segala milik
Sayur – Mayur, Ayam, dan domba
Bukan semata – mata ingin pamer atas kepemilikan ataupun ingin mengganti keberkahan dari-Mu
Melaikan rasa syukur atas hal – hal baik yang Engkau tuntun sampai saat ini

Jengkal demi jengkal
Tiap anak tangga kami tapaki
Dingin, hujan, dan debu
Bukan halangan berarti untuk sampai ke atas sana
Sebab keyakinan dan kebahagiaan
Menjemput-Mu dalam tenang

Wahai Sang Hyang Widi
Semoga apa yang kami persembahkan
Berjodoh dengan doa yang kami rapalkan
Kehidupan yang tenang
Kerukunan dalam satu naungan

Kami larung sesaji
Dengan penuh antusias
Senyum bertebar disepanjang garis kawah gunung Bromo
Menadah berkah
Mencari kesempatan
Bertemu danganMu dalam bayang ke-Agungan-Mu

Bromo, 16 Juni 2022

Tinggalkan Balasan