Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Kolom

Puisi Mas Dewa, “Purnama di Puncak Kasada

×

Puisi Mas Dewa, “Purnama di Puncak Kasada

Sebarkan artikel ini
Puisi Mas Dewa, "Purnama di Puncak Kasada
Terasa sahdu malam yang di saksikan oleh segenap keanekaragaman agama. Foto; SRI

Oleh; Mas Dewa

Purnama di Puncak Kasada

Advertisement
Scroll kebawah untuk membaca

Hembus angin mengusik dedaunan yang mulai terkantuk
Melambai perlahan
Sembari menahan dingin

Rintik hujan seperti memberi kode
Bahwa sebentar lagi akan turun hujan

Di sepanjang perjalanan
Janur kuning landai menghiasi tiap – tiap halaman rumah penduduk
Aroma embun dan pepohonan merasuk dalam kalbu
Pertanda puncak akan segera tiba

Berkelibat kain sarung di pundak seorang pejalan kaki
Menandakan ia orang lokal
Ramah – tamah, saling saut

Baca Juga:  Reformasi Masih Berjalan Ditempat

Hingga senja tiba
Kami berteduh di rumah salah seorang lokal gunung Bromo

Percakapan dimulai dengan salam dan perkenalan
Dilanjut basa – basi ringan tentang cuaca dan situasi sekitar
Tapi dingin, tetap tak mau berkawan
Ia terus menerobos sarung dan jaket yang dikenakan
Jemari kaki tak mau bersilaturahmi dengan lantai
Dingin tak ketulungan

Baca Juga:  Rektor Tidak Boleh Diktator

Yadnya Kasada
Seluruh umat hindu bernaung dalam satu atap kepercayaan
Menghormati meluluhur
Mematuhi keyakinan
Menjalankan perintah atas dasar Iman yang kukuh

Kabut mulai menutup pandangan
Tinggal gemerlap lampu menjadi penerang dalam ruang pertemuan
Dibuka dengan tarian sendra tari
Kisah pendahulunya

Gunung Bromo dan Tengger
Kedua kawan yang tak terpisah satu dengan lainnya
Sarat akan misteri
Dan nuansa mistik

Example 120x600