Daerah  

Puncak Kebahagiaan Umat Islam, Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW

Puncak Kebahagiaan Umat Islam, Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW
Acara maulid nabi Muhammad Saw. (Foto; SRI)

SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo- 12 Rabiul Awal Tahun gajah atau 570 Masehi silam. Merupakan kelahiran nabi Muhammad SAW yang diperingati oleh umat Islam dalam setahun sekali. Bertepatan pada Jum’at, 07 Oktober 2022.

Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT sebagai nabi terakhir atau nabi penutup. Mengajarkan agama Islam dan kitabnya yaitu Al – Qur’an.

Putra dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah bin Wahab, memimpin umat muslim dengan penuh perjuangan. Dari zaman Jahiliyah yang belum mengenal halal dan haram hingga menyentuh zaman modern.

Bulan Maulid adalah momentum umat Islam untuk merayakan kelahiran nabi Muhammad SAW. Akan tetapi, memperingati maulid atau memulyakan nabi Muhammad SAW tidak hanya pada saat bulan maulid saja.

“Benar bahwa bulan maulid hanya sekali dalam setahun. Akan tetapi, dalam perayaannya untuk mengagungkan kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak hanya sekali dalam setahun. Hari apapun, bulan apapun sangat diperbolehkan untuk merayakannya. Pada acara nikahan, shalawatan, dan lain – lain. Karena pada dasarnya, mencintai utusan Allah SWT merupakan sebuah keharusan kita sebagai umatnya yang dibuktikan dengan perayaan kelahirannya. Dan puncaknya ialah pada bulan Maulid. Hampir setiap hari, di seluruh dunia memperingati hari yang berbahagia dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW.” Ucap Ustad Hasan saat mengisi acara maulid Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga:  Cara Karang Taruna Sakera Merayakan Hari Sumpah Pemuda Dalam Mengatasi Kemarau panjang

Masyarakat sangat antusias dalam memperingati maulid nabi Muhammad SAW. Seperti yang di laksanakan disalah satu rumah warga blok Sokon, desa Pedagangan, Kec. Tiris, Kabupaten Probolinggo. Acara tersebut berlangsung khidmad dan meriah.

Kemeriahan tersebut semakin memuncak ketika sudah sampai di penghujung acara. Pasalnya, kebiasaan atau budaya yang menjamur dimasyarakat pada setiap acara Maulid Nabi Muhammad SAW, tuan rumah atau panitia yang mengadakan maulid, mempersiapkan berbagai barang, buah, atau hasil bumi lainnya. Di gantung dan atau di letakkan pada sebuah pohon pisang ditengah – tengah masyarakat yang hadir. Ketika selesai berdoa, masyarakat langsung berebutan mengambil benda yang sudah disiapkan.

Baca Juga:  Cegah Peredaran Narkoba, Polres Probolinggo Kota Ringkus 5 Pengedar Sabu

“Semua yang hadir dapat syafaat Nabi Muhammad SAW. Terlebih syafaat langsung yang sudah dipersiapakan oleh tuan rumah. Berupa gantungan barang dan hasil bumi. Gantungan ini boleh diambil setelah selesai berdoa. Agar lebih khidmat acara maulid yang berlangsung” potong ustad Hasan saat hendak mengakhiri pidatonya.

Benar saja. Saat doa selesai seluruh hadirin langsung berhamburan merebutkan barang yang digantung. Ada yang memang sudah menargetkan untuk mengambil salah satu barang.

“Saya sangat senang sekali menghadiri acara maulid ini. Selain hanya setahun sekali, acaranya tambah meriah dengan gantungan yang dipersiapkan tuan rumah. Apapun yang saya dapatnya intinya barokah dan mendapat syafaat nabi Muhammad SAW”. Jawab salah satu hadirin saat ditanyakan oleh Wartawan Suara Rakyat Indonesia.

Tinggalkan Balasan