Sajak Mas Dewa, "Ibadah Sajak" - Suararakyatindo

Menu

Mode Gelap
KH Zulfa Mustofa Ditunjuk sebagai Pj Ketua Umum PBNU Gantikan Gus Yahya UNUJA–BPS Perkuat Ekosistem Data Lewat Pojok Statistik dan Program Desa Cantik Tembakau Probolinggo Makin Diperhitungkan, Tembus Pasar Antarwilayah Sweet Bonanza Demo Play: A Sugary World of Wins Petani Cabe Rawit di Probolinggo Mulai Tembus Rp 75 Simak Faktanya Aspirasi Run 2025 Semarak, DPRD Probolinggo Dorong Budaya Hidup Sehat

Kolom

Sajak Mas Dewa, “Ibadah Sajak”

badge-check


					Saat kau mendengarkan lantunan suara dari kejauhan, di saat Bulanmu yang suci, (foto: Ist/ilustrasi) Perbesar

Saat kau mendengarkan lantunan suara dari kejauhan, di saat Bulanmu yang suci, (foto: Ist/ilustrasi)

“Ibadah Sajak”

Allahu Akbar
Kudengungkan Nama-Mu yang maha Agung atas pemilik segalanya
Kini malam tak lagi sunyi
Lantunan Qur’an terdengar ditiap – tiap musholla dan masjid
Meramaikan bulan yang Kau buat suci

Umat muslim dengan riang menyambutnya
Sebab datangnya hanya sekali saja dalam dua belas purnama
Seluruh kegiatan baik kini dianggap ibadah
Tidur saja berupa ladang pahala

Kami menyebutnya bulan penuh berkah
Ampunan atas dosa – dosa terbuka lebar baginya
Dan kasih sayang yang dilipat gandakan
Bagaimana tidak,
Kami diberikan pengetahuan tentang nikmatnya setetes air dan sepiring nasi
Sehari penuh menahan haus dan lapar
Dan setelah senja tiba
Betapa syukur berlipat kami haturkan
Seperti seorang perindu yang menemukan tempat bersandar

Allahu Akbar
Hujan yang biasanya berupa air dan kekhawatiran
Kini menjadi sejuk dirasakan
Panas dan angin datang silih berganti
Menjadi ibadah paling hakiki

SamiAllahulimanhamidah
Atas kebenaran didalam dahaga
Semoga Rahmat beserta kerelaan menjadi apa yang dicita – cita

Allahu Akbar
Ku berserah kepada-Mu seutuhnya tentang hidupku yang entah sampai kapan
Kan jalani hari ini dan esok atas kejadian yang sudah Kau tuliskan

Allahu Akbar
Aku duduk bersimbah mengharap segala tiba
Bahwa bukan perihal menunggu tiba waktu berbuka
Tapi lebih dari itu
Sampai kapan hamba akan berbuat dosa
Sedang yang kemarin saja
Belum tuntas kupinta pengampunanya

Allahu Akbar
Banyak mengeluh dan mengaduh
Apalah daya urat dan nadi yang tak mengerti apa arti yang sesungguhnya
Jika hanya lapar dan dahaga
Binatang di hutan belantara saja bisa melakukannya

Allahu Akbar
Akan tetapi
Ratap dan tangis semakin menjadi
Tak bisakah puasa ini juga berupa menahan rindu dan sedih ?
Setelah dipenghujung buka puasa
Minuman dan makanan dihidangkan bersama rasa iba yang dirasakan
Sebab dijalanan masih banyak rakyat yang kering keronta

Jika puasa ialah menahan segala rasa
Tuhan,
Sisipkan juga kedamaian dalam setiap tetes hujan di sore hari
Pertikaian yang tak henti
Hati yang terus berkecamuk
Tentang apa yang akan dihidangkan esok hari
Tidak berupa lauk – pauk dan segarnya berbagai minuman
Tetapi doa petapa tua :
“Ya Tuhan,
Aku sanggup menahan segala rasa lapar dan dahaga
Tetapi bagaimana aku bisa sanggup melihat keadaan yang hingar – bingar. Pejabat negara yang tak selesai – selesai berdeklamasi, meraikan kata merebut suara, pertikaian antar partai politik merebut tahta, saling sikut dan menjatuhkan, pamflet – pamflet tumpang tindih ramai dijalanan
Sedang di pinggiran sana
Rakyat miskin tak selesai memikirkan urusan apa yang harus dimakannya.

Tuhan,
Jika puasa perihal menunggu adzan maghrib
Berilah mereka waktu yang lebih singkat untuk sedikit mengerti tentang berhenti memajang kemewahan
Karna disamping tempok gedung – gedung tinggi, rakyat miskin menangis memikirkan hutang yang bertempuk selama bulan puasa
Hanya untuk sekedar sepiring nasi saja

Sesenggukan yang tercipta dari dasar hati yang tak lagi sanggup menerima skenario hidup
Selalu berharap agar waktu berbuka puasa tidak segera tiba
Karna tak ada beras untuk dimasak
Tak ada lauk untuk dihidangkan

Tuhan,
Jika berpuasa berupa kerelaan
Berilah kami hati yang lapang
Menerima nasib dan keadaan
Dan diberi sedikit lagi tambahan kesabaran
Hingga sampai pada akhirnya nanti
Engkau memberi cahaya kehidupan yang cukup untuk melanjutkan perjalanan hidup yang amat rumit ini”

Mas Dewa
Minggu, 02 April 2023

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

1 Oktober 2025 - 20:55 WIB

Jangan Selalu Norma, Mari Pandang Coming Out LGBTQ+ Dari Kacamata Psikologi

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

1 Oktober 2025 - 12:35 WIB

Kisah Kelam Sejarah G30S PKI, Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Menjaga Ideologi Pancasila

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu

24 September 2025 - 12:20 WIB

Sajak Mahendra Utama, Untuk Gus Imin di Hari Lahirmu

Sajak Mahendra Utama, Untuk Affan Kurniawan, Yang Terbaring di Aspal Jakarta

30 Agustus 2025 - 19:38 WIB

Sajak Mahendra Utama, Untuk Affan Kurniawan, Yang Terbaring di Aspal Jakarta

Dana Desa Dipangkas, Kades Dipaksa Tanggung Gagal Bayar Koperasi Merah Putih

24 Agustus 2025 - 13:33 WIB

Dana Desa Dipangkas, Kades Dipaksa Tanggung Gagal Bayar Koperasi Merah Putih
Trending di Kolom
error: