Kolom  

Sajak Mas Dewa, “Ini Bukan Puisi”

Sajak Mas Dewa, "Ini Bukan Puisi"
Banyang-banyang Masa Depan Yang Ku Tulis dalam Bait ini. (Foto;Yahoo)

Oleh; Mas Dewa

Ini Bukan Puisi !

Aku akan menulis puisi
Tapi tidak untuk dibaca
Melainkan untuk didengar
Lalu dimanifestasi melalui aksi

Dengarkan baik – baik !

Wahai kaum muda
Bangkitlah dari tidur panjangmu
Matahari sudah meninggi
Takkah habis malammu yang penuh igauan itu

Lupakan keluh – kesah
Ia hanya akan jadi hambatan bagi perjuanganmu
Lebih – lebih kau seorang lelaki

Tak ingatkah kau pada peristiwa – peristiwa kelam pada masa dulu
Hilangnya seorang pejuang kebenaran
Munir, Wiji Thukul, Marsinah.
Mereka merelakan nyawanya demi kehidupan di masa depan yang lebih
” adil dan beradab ”
Kau ?
Masih berdiam diri
Bersembunyi diselimut kehampaan
Dan terus bersarang dalam keresahan
Apa yang kau tunggu ?

Baca Juga:  Sajak Umi Nurhayati, "Perihal Kehadiran Hawa"

Tidak selesai juga sendumu itu
Atau mungkin masih teringat senyum manjanya
Ah, basi!
Kau akan terus terpuruk dalam jurang kerinduan yang tak henti – henti

Satu tak dapat
Menyusul yang lainnya

Bangkit!
Buktikan kalau kau jantan
Bendera kepalsuan masih berkibar
Bagaimana dengan angin semangatmu ?
Tidak ingin kau mengoyakkannya

Percuma sekolah tinggi – tinggi
Jika hatimu mati
Mati akan kemanusian
Mati akan keadilan
Apalagi isinya hanya kesedihan
Sudah bukan masanya lagi
Sebab, kau bukan lagi bocah yang tak habisnya merengek
Bila mainan kesukaanmu tak terbeli
Dan berhentilah cengengesan menghadapi kenyataan
Jangan hanya haha hihi saja
Jika tak ada cita – cita ingin di tindas keadaan

Baca Juga:  Deretan Puisi Umi Nurhayati, "Sang Perawan"

Cintamu tak akan habis hanya gegara tak ada chat dari doi
Ada hal yang lebih genting dari hanya itu :
Kaum miskin tak dapat sekolah yang layak
Kaum buruh tak dapat pelayanan maksimal di rumah sakit
Kaum pembangkang di sudutkan pada tong sampah

Sedang dirimu
Masih tersedu diambang penantian

Tiris, 01 Juni 2022

Tinggalkan Balasan