Revolusi Mental Setengah Gatal
Mari kita gauangkan pidato bersejarah dari putera sang fajar
“Dalam kehidupan sehari-hari, praktek revolusi
mental adalah menjadi manusia yang berintegritas,
mau bekerja keras, dan punya semangat gotong royong.”
“Revolusi Mental adalah suatu gerakan
untuk menggembleng manusia
Indonesia agar menjadi
manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja,
bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala.”
aku tertawa, revolusi mental di dengungkan ulang di saat ini
semangat pembangunan fisik mengabaikan karakter
lihatlah infrastruktur di negeri ini, jalan tol yang panjang
sedangkan jalan pikiran terhambat di kepala
orang bersuara ketakutan dengan ancaman undang-undang
lihatlah setiap perayaan kemerdekaan begitu meriahnya
perlombaan ada di mana-mana cukup antusias
seandainya gerak jalan
adalah pikiran yang di utamakan
maka akan menghasilkan akal sehat berpihak kepada rakyat
seandainya perlombaan tarik tambang di cermati seksama
lihat tambang miliki kita hasilnya lari keluar negeri
kita cuma mengambil keuntungan kecil
dari pengelolaannya
mustinya pemerintah terganggu pada kejadian ini
atau ada kesadaran akan kekayaan alam
yang kita punya: di gunakan kesejahteraan masyarakatnya
mari kita berhenti sejenak untuk tak menghakimi
pejabat dan orang-orang birokrasi
alangkah begitu luhurnya atas nama bangsa dan negara
dengan cita-cita mulia
sekalipun di sumpah dengan kitab suci
sudahkah merasuk nilai ajaran agama dengan pengamalannya
atau dengan kata lain, apakah Tuhan sudah tidak ada
agama hanyalah alat untuk merayu kalangan masyarakat
bukan sebagai pedoman hidup tetapi sebatas penarik simpati
supaya memperoleh eksistensi dari golongannya
walau Tuhan tak berpolitik. Dia pandai berdalil atas nama Tuhan
JQ Soenardie (Jhon Qudsi)
penyair terselubung
21:53
23/08/2023






