Kolom  

Sajak-Sajak Tan Hamzah, “Surat Dari Pagi”

Sajak-Sajak Tan Hamzah, "Siang Dari Pagi"
Gambar Ilustrasi Siang Dari Pagi. (Foto; Bisnis.com)

Oleh; Tan Hamzah 

Surat Dari Pagi

Kau yang tergesa-gesa, mengejar waktu yang hampir tiba

Jagalah langkah kakimu

Sebab sepatumu terlalu tinggi

Dan rokmu yang ribet

“Aku khawatir kau akan mencium lantai, hati-hati, hati ini cemburu padamu”

 

Setelah Pandemi

Kita kembali asing dengan pertemuan

Serta dialog yang canggung

Kau memilih kata yang pas

Aku memilih kata yang lebih

Sebab bicaramu mulai sedikit

dan pendengaranku berkurang

 

Tempat-tempat yang pernah kita singgahi telah berubah, menjadi lebih tua

Mungkin karena bertambah usia

Entah kita yang pikun atau tempat itu yang lupa

 

Pohon-pohon bertambah dewasa

Sudah saatnya mereka menikah dan punya anak

Tetapi mereka tetap menjaga jarak

Apakah pandemi juga berlaku bagi pohon-pohon?

 

Dan bunga

Sudah berapa kali mereka mekar dan kuncup

Sudah berapa banyak kumbang yang menyentuh mereka

Apakah hari ini bunga masih suci?

 

Kau dan aku

Kembali ke rumah

Membawa oleh oleh

Sepotong dunia yang aneh

 

Tirtonadi

 

Sudah berapa banyak yang singgah di sini?

Bis antar kota silih berganti menemuimu

Berhenti sejenak di tanganmu yang lembut

Sambil menikmati suguhan pedagang

 

Tirtonadi

Dulu kita begitu dekat

Sekarang kita harus berpisah

Masih ada terminal lain yang menanti

dan tujuan terakhir bis ini

 

Aku akan merindukan sapaanmu yang ramah

Khas Putri Solo

 

Tirtonadi yang tegar di sapa usia

Kembalilah pada asalmu

 

Syawal

 

Belum habis kue buatan ibu

Kau sudah ingin pergi lagi

Kembali pada jarak yang jauh

Dan waktu yang tak bisa kita bagi

 

seandainya semua bulan adalah Syawal

Tiada lagi bulan yang akan mempertemukan kita

 

Syawal telah memanggilmu kembali

Menjadi sunyi

Tinggalkan Balasan