Kolom  

Sajak Umi Nurhayati, ” Perihal Kemauan”

Sajak Umi Nurhayati, "Perihal Kemauan"
Perihal Kemauan yang tidak bisa dibendung oleh apapun. (Foto; Pikist)

Oleh; Umi Nurhayati

Perihal Kemauan

Tak putus kami bertanya
Adakah keselamatan datang?
Ataukah kau telah binasa?

Ketika bergantung pada kesetiaan
Juga terhadap penghambaan cinta
Jangan tanyakan apakah mereka binasa

Tentang keraguan juga kemustahilan
Adalah keajaiban serta cobaan
Tak berdaya dimangsa kebingungan

Titik genting yang terus datang
Ditunggunya ketegasan yang datang bersama welas
Maka, yang terakhir terucap adalah sajian dikala kesesatan menghilang

Yogyakarta, 21 Agustus 2022

Perkara Ke-tabu-an

Jalan langit tengah terbuka
Namun terasing dalam peradaban
Masuk ke bawah, bergerak layaknya sang ikan
Ataukah ke atas, terbang layaknya elang

Perangai puaskan dahaga
Pada malam-malam selanjutnya
Jika seorang bertanya, “siapa pemberi jalan?”
Maka, jawablah “ia yang berbuat kesadaran”

Setiap langkah yang ia tempuh
Setiap keputusan yang tengah terambil
Adalah sebab mengapa ia belajar
Memasuki pengetahuan, membiarkan pertanyaan dasar

Pertemukan jiwa-jiwa yang beda
Dekatkan akal kesekian
Persepsi indra hingga kehendak
Adalah satu derajat di atas dabat

Yogyakarta, 21 Agustus 2022

Tinggalkan Balasan