Kolom  

Seberkas Puisi JQ Soenardi Kedung Waringin dan Wonorejo 

Seberkas Puisi JQ Soenardi Kedung Waringin dan Wonorejo 
Doa dan Rindu yang kian bersemi kembali. (Foto: SRI)

Kedung Waringin dan Wonorejo adalah doa dan rindu

Selalu ada bayangan mu yang terbentang oleh jarak
tetapi ruang doanya senantiasa menemani hari-hari ku

Bapak dalam setiap pijakan langkah perjuangan adalah cinta
Mama dalam setiap gerak dan sikap adalah kasih sayang(;-

aku pun mengaji tentang kerinduan dari dzikir yang sunyi

untuk menatap raut wajah mu yang selalu tersenyum

sekedar membesarkan hati walau dalam ingatan

dan merasakan getaran hati Bapak dan Mama

dalam dendang wirid syahdu setiap waktu

betapa besarnya rasa kangen ini untuk berkumpul bersama
dalam suasana penuh keakraban sebagai mana seorang anak

“bercerita dan bercanda dengan segala keriangan.”

yang terpancar dari Bapak dan Mama adalah ketulusan hati

Restu & Rhido mu selalu aku harapkan dalam senandung doa

Bapak dan Mama, terkadang rintikan air mata ini tak terasa

metes, ingin merasakan pelukan hangat mu

dan kecupan bibir di kening ku

Bapak dan Mama, semoga teteh dan dedek di pondok

bisa membahagiakan Bapak dan Mama. Amin ya rabbal alamin

Rhido mu adalah cahaya ilahi yang menerangi kegelapan hati ku

Semoga syafaat Nabi senantiasa berdenyut di jantung hati

Barokah masyayikh Genggong, KH. Muhammad Hasan

KH. Hasan Saifourrdzall & Nyai Hajah Himami Hafsyahwaty

 

Bapak dan Mama adalah keikhlasan hati tiada terkira

Bapak dan Mama adalah Cinta sepanjang masa

Bapak dan Mama adalah kasih sayang tiada akhir

. . .
tafsir ngawuriah
22:33
07/10/2023

Tinggalkan Balasan