Menu

Mode Gelap
Kementerian Transmigrasi Perkuat Promosi Produk Unggulan Transmigrasi di Inacraft 2026 Tattoo and Piercing Shop Near Me in Austin Practical ways to boost home energy efficiency today Tabrakan Dua Innova di Jalur Pantura Paiton, Dosen UNUJA Meninggal Dunia Gus Mochammad Al-Fatih Kawal Normalisasi Sungai Opo-opo, Penanganan Banjir Mulai Dikerjakan BK DPRD Probolinggo Klarifikasi Video Prank Ultah Ketua DPRD, Muchlis: Ide dan Dana Diakui OB dan Pamdal

Olahraga

Seruan Golput Untuk Pemilu 2024 Mulai Muncul di Sudut Kota Malang, Ini Alasan Aremania

badge-check


					Spanduk bertuliskan 2024 Golput di sudut kota malang. (Foto: Ist/ilustrasi) Perbesar

Spanduk bertuliskan 2024 Golput di sudut kota malang. (Foto: Ist/ilustrasi)

SUARARAKYATINDO.COM, Malang- Aremania Serukan Golput di Pemilu 2024. Hal ini terjadi usai putusan sidang kasus Tragedi Kanjuruhan yang dirasa tidak adil. Sebelumnya, Seruan Golput untuk pesta demokrasi atau Pemilu 2024 mulai muncul di sudut Kota Malang

Bukan hanya Aremania, tentunya. Seluruh publik sepak bola yang mengikuti kasus Tragedi Kanjuruhan juga dibuat heran dengan putusan penegak hukum.

Padahal, kasus Tragedi Kanjuruhan sebelumnya mendapat atensi luar biasa. Seluruh dunia menyoroti Indonesia, Malang terutama, pasca peristiwa yang menewaskan 135 Aremania.

“Seruan Golput untuk pesta demokrasi atau Pemilu 2024 mulai muncul di sudut Kota Malang, Jawa Timur. Sebuah spanduk bertuliskan ‘2024 Golput’ terbentang di jembatan penyeberangan jalan kawasan Kayutangan Heritage, Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Kota Malang,” tulis akun Twitter @Malanghammers, dilansir Suara Denpasar, Minggu (26/3/2023).

Tidak mengherankan jika mereka kecewa berat atas hukuman yang menimpa pelaku kasus Tragedi Kanjuruhan.

Sebab, dengan jumlah korban sebanyak 135, hanya 3 tersangka yang divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Selain itu, masing-masing dari mereka hanya hukuman penjara sekitar 1,5 tahun. Sisanya telah dibebaskan.

Tercatat beberapa tersangka, seperti misalnya, mantan Panpel Arema, mantan Security Officer Arema dan Danki Brimob Polda Jatim.

Sedangkan 2 tersangka lain dari pihak Polres Malang dinyatakan tidak bersalah, kemudian bebas karena majelis hakim beranggapan racun yang ada dalam gas air mata terbawa angin belaka.

Sontak saja hal tersebut memicu kemarahan publik luas. Bahkan bukan hanya penggemar militan sepak bola.

Puthut EA, misalnya. Seorang novelis dan lulusan filsafat UGM ini turut mengekspresikan kemarahan di akun sosial media pribadinya.

“Di sebuah negara, ketika 133 orang suporter meninggal dunia, dan itu disebabkan karena angin… Bajingan,” ungkapnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ousmane Dembele Peraih Balon d’or 2025, Pemain Muslim Dengan Segudang Prestasi

23 September 2025 - 10:52 WIB

Ousmane Dembele Peraih Balon d’or 2025, Pemain Muslim Dengan Segudang Prestasi

Kontingen Probolinggo Tutup Porprov Jatim IX 2025 dengan 53 Medali, Ra Fahmi: Ini Baru Awal Menuju Prestasi Lebih Tinggi

7 Juli 2025 - 07:00 WIB

Dua Pecatur Muda Probolinggo Sabet Perak di Porprov Jatim 2025

4 Juli 2025 - 17:06 WIB

Tim Esport Probolinggo Raih Perunggu di Porprov Jatim 2025, Free Fire Jadi Andalan

4 Juli 2025 - 17:03 WIB

Lepas Kontingen Porprov Jatim IX, Wabup Fahmi: Jaga Sportivitas dan Raih Prestasi

14 Juni 2025 - 20:09 WIB

Trending di Daerah
error: