Menu

Mode Gelap
Warga Opo-opo Cemas Dihantui Banjir, Sungai Dangkal Disorot, PUPR Probolinggo Dinilai Abai KRL Commuter Line Surabaya–Pasuruan Direncanakan Tembus Probolinggo, Dorong Konektivitas dan Ekonomi Jatim Stand Up Comedy Berujung Aduan Polisi, APJB Seret Pandji Pragiwaksono ke Polda Jabar Puluhan Santri dan Wali Santri Gelar Aksi Damai, Desak Penegakan Hukum Berkeadilan dalam Kasus Dugaan Pelecehan Crown Casino Online: A New Era of Digital Gaming Experience Belum Seumur Jagung, Alun-Alun Rp4 Miliar Kota Probolinggo Sudah Jadi Kolam Banjir

Berita

Siap-siap, Harga Cabai Mulai Merangkak Naik

badge-check


					Cabai Rawit mulai naik harga di daerah Jawa Timur Perbesar

Cabai Rawit mulai naik harga di daerah Jawa Timur

SUARARAKYATINDO.COM, SURABAYA – Harga cabai di Kota Surabaya terpantau mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.

Meski begitu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan harga masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan Tingkat Konsumen (HAPK).

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma, menjelaskan tren kenaikan harga tersebut terpantau Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di lima pasar tradisional, yakni Pasar Genteng Baru, Tambahrejo, Wonokromo, Pucang Anom, dan Soponyono.

“Hasil pantauan TPID memang menunjukkan adanya tren kenaikan. Namun harga cabai masih di bawah HAPK,” ujar Vykka, Minggu (21/9/2025).

Data TPID mencatat, harga cabai merah besar sempat menembus Rp39.200 per kilogram pada 4 Agustus 2025, lalu turun ke Rp27.600 pada 3 September, dan kembali naik Rp34.760 pada 17 September.

Untuk cabai merah keriting, harga yang sempat Rp37.600 pada awal Agustus, turun ke Rp24.900 pada awal September, kemudian naik lagi menjadi Rp40.450. Sementara cabai rawit merah sempat di Rp38.800, turun menjadi Rp26.800, lalu naik Rp34.700 per kilogram.

Merespons kondisi ini, Pemkot Surabaya bersama stakeholder terkait menggelar sidak, pengawasan distribusi, hingga imbauan agar tidak terjadi penimbunan bahan pokok.

Selain itu, upaya stabilisasi juga dilakukan melalui Pasar Murah, Gerakan Pangan Murah (GPM), serta operasi pasar beras SPHP dan Minyakita.

“Kami menggelar Pasar Murah di 31 kecamatan secara bergilir setiap Selasa, Rabu, dan Kamis,” tambah Vykka.

Sementara itu, Kepala DKPP Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menegaskan pihaknya juga menjalin kerja sama dengan daerah penghasil cabai untuk menjaga ketersediaan pasokan.

“Surabaya melakukan kerja sama antar daerah (KAD) yang ditindaklanjuti business to business (B2B) dengan kabupaten penghasil cabai, seperti Kediri, Malang, Bojonegoro, Gresik, Probolinggo, Nganjuk, Mojokerto, dan Sidoarjo,” ujarnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menjaga Api Tetap Jinak: Relawan SPPG Sidomukti Diperkuat Pelatihan Mitigasi Kebakaran

29 Desember 2025 - 11:47 WIB

Tim Satgas dan OPD Probolinggo Sidak Dapur MBG Genggong, Pastikan Kelayakan dan Kualitas Makanan

4 November 2025 - 16:42 WIB

PDAM Mandek, Warga Probolinggo Rela Tinggalkan Pekerjaan Demi Cari Air Bersih

29 September 2025 - 14:56 WIB

PDAM Mandek, Warga Probolinggo Rela Tinggalkan Pekerjaan Demi Cari Air Bersih

Khofifah Sindir Target Bersih Sampah di Probolinggo: 2026 Harus 60 Persen, Mampukah?

20 September 2025 - 18:48 WIB

Khofifah Sindir Target Bersih Sampah di Probolinggo: 2026 Harus 60 Persen, Mampukah?

Kota Probolinggo Sedang Tidak Aman, Siswa SD Diduga Korban Penculikan

10 September 2025 - 18:58 WIB

Kota Probolinggo Sedang Tidak Aman, Siswa SD Diduga Korban Penculikan
Trending di Berita
error: