Daerah  

Silaturrahim Nasional Tanaszaha: Kiyai Moh. Hasan Mutawakkil; Perkuat Tanaszaha

Silaturrahim Nasional Tanaszaha. (Foto: Istimewa/Atiq)

SUARARAKYATINDO.COM – Genggong, Ikatan Alumni dan Santri Pesantren Zainul Hasan (TANASZAHA) Genggong menggelar kegiatan Musyawarah Kerja dan Silaturrahim Nasional, Sabtu (24/2/2024) di Auditorium Hafsyawati, Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.

Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP), Dr. Abd Aziz menyampaikan, pengurus DPP Tanaszaha ke depan akan mempunyai tiga agenda penting, yakni seminar pendidikan nasional, halaqoh berbasis pesantren, dan kemandirian keuangan organisasi.

“DPP ke depan memiliki tiga rencana, melakukan seminar dengan melibatkan para guru, halaqoh pesantren, dan memperkuat dana infaq (iuran) Tanaszaha,” kata Dr. Abd Aziz dalam sambutannya.

Para pengurus DPP Tanaszaha, lanjut Dr, Abd Aziz, juga sedang menyiapkan modul aksi belajar cerdas sebagai bahan pembelajaran yang nantinya akan disebarkan kepada lembaga-lembaga pendidikan milik alumni dan santri Genggong untuk dijadikan solusi kedepannya.

“Tujuan dari modul aksi belajar cerdas ini sebagai solusi atau obat penawar ditengah kompleksnya tantangan dan persoalaan dunia pendidikan di era distrupsi teknologi ini. Saya sudah siapkan modul, namanya aksi belajar cerdas, nanti saya sebarkan kepada alumni,” tutur Rektor Unzah ini.

Terlebih, menurut Dr. Abd Aziz, perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Pesantren Zainul Hasan Genggong bisa menjadi kampus literasi sebagai upaya mencerdaskan bangsa merupakan cita-cita besarnya.

“Salah satunya adalah berubahnya Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKES) menjadi Universitas Hafsyawati (UNHASA), sebagai bentuk meningkatnya mutu dan kualitas pendidikan,” ungkapnya.

Sementara Ketua Dewan Mufatis, Gus dr. Moh Haris Damanhuri mengatakan, Tanaszaha adalah bagian komunitas pesantren yang memiliki filosofis sangat kuat, yaitu membentuk cendekiawan atau pemikir muslim yang berakhlakul karimah.

“Setiap tindakannya didasarkan pada etika dan nilai-nilai kesantrian. Para pengurus Tanaszaha harus tahu filosofis dari pesantren, yakni sebagai cendekian muslim,” tutur Gus Haris, begitu dia akrab disapa.

Kepada seluruh pengurus Tanaszaha, Gus Haris pun mengimbau agar membuka fikiran mengenai dinamika politik yang sedang terjadi. Jangan sampai pengurus Tanaszaha bersikap apatis atau tidak peduli pada urusan politik. Sebab, kata dia, politiklah yang juga menentukan nasib.

“Tolong, para pengurus ini jangan buta politik ya, kita harus melek politik, dengan cara membuka fikiran kita seluas-luasnya. Tapi politik dimaksud, yang dijalankan itu bertumpu pada ajaran dan nilai seperti jujur, adil, cerdas dan tanggung jawab,” ujar putra sulung Nyai Hj, Diana Susilowati itu.

Sedangkan Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Allah berharap kepada seluruh pengurus Tanaszaha agar semakin solid, bertanggungjawab sehingga keberadaan Tanaszaha bermanfaat dan berkah tidak hanya bagi pengurus tapi juga masyarakat.

“Saya harap, para pengurus ini makin solid dan kuat. Semoga Tanaszaha bisa bermanfaat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Saya do’akan seluruh alumni dan santri mendapatkan barokah Kiai Sepuh dan masyayikh Genggong lainnya,” pungkas Ketua MUI Jatim itu.

Tinggalkan Balasan