SUARARAKYATINDO.COM, Surabaya – Fakta mengejutkan terungkap dalam kasus pembunuhan mahasiswi asal Probolinggo berinisial FAN. Penyidik Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur memastikan motif utama pembunuhan yang dilakukan oknum anggota Polres Probolinggo, Bripka AS, adalah sakit hati disertai niat menguasai harta korban.
Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Widi Atmoko menegaskan, hasil penyidikan sejauh ini mengarah pada dua motif kuat tersebut. Meski demikian, kepolisian belum mengungkap secara detail penyebab sakit hati yang dirasakan pelaku terhadap korban.
“Motif yang sudah kami dapatkan dan yakini ada dua, yaitu sakit hati dan ingin menguasai harta korban,” kata Widi kepada wartawan.
Widi juga membantah berbagai isu liar yang berkembang di masyarakat, termasuk dugaan perselingkuhan maupun tindak kekerasan seksual. Menurutnya, hingga kini penyidik tidak menemukan bukti yang mengarah pada motif tersebut.
“Sementara tidak kami temukan. Yang jelas, kami mendapatkan jejak bahwa tersangka telah mengambil harta korban,” tegasnya.
Dari hasil pendalaman, diketahui pelaku membawa kabur uang milik korban sebesar Rp10 juta. “Yang baru diambil Rp10 juta,” ungkap Widi.
Atas perbuatannya, Bripka AS dijerat pasal pembunuhan berencana. Polisi menilai tindakan tersebut telah dirancang secara matang, termasuk dengan melibatkan tersangka lain berinisial S yang membantu pelaksanaan kejahatan tersebut.
Kasus ini sebelumnya mencuat setelah warga menemukan jasad seorang perempuan di aliran sungai kawasan Jalan Raya Purwosari–Pasuruan, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa, 16 Desember 2025. Penemuan itu memicu penyelidikan intensif hingga akhirnya polisi mengungkap keterlibatan AS, anggota aktif Polres Probolinggo.
Dalam konstruksi perkara, korban diketahui dieksekusi di wilayah Probolinggo sebelum jasadnya dibuang ke sungai dan terbawa arus hingga ditemukan di wilayah Pasuruan. Hingga kini, penyidik masih terus mendalami peran masing-masing tersangka serta kemungkinan adanya fakta baru dalam kasus yang menyita perhatian publik tersebut.






