Menu

Mode Gelap
Exploring the 2026 Gambling Market Groundbreaking Hotel Azana Style Kraksaan Dimulai, Jadi Harapan Baru Investasi dan Pariwisata Probolinggo Pipa Utama Pecah, Distribusi Air Perumdam Bayuangga di Kota Probolinggo Lumpuh Advokat Moh. Ali Murtadho Sebut Hellyana Tidak Memiliki Niat Jahat dalam Kasus Ijazah Pemkab Probolinggo Gelar Aksi Bersih Pantai Gili Ketapang, Jaga Daya Tarik Wisata Bahari Penjual Tempe di Probolinggo Dibegal Saat Subuh, Motor dan Dagangan Raib

Nasional

Utamakan Keutuhan Bangsa Dan Negara Dalam Pemilu 2024 

badge-check


					Bagas Puji Laksono saat menyampaikan pendapat. (Foto: SRI) Perbesar

Bagas Puji Laksono saat menyampaikan pendapat. (Foto: SRI)

SUARARAKYATINDO.COM- Mendekati hari H pencoblosan Pemilu 2024 pada tanggal 14 Februari mendatang, gejala fragmentasi masyarakat karena perbedaan dukungan paslon Capres/Cawapres semakin menguat.

Perbedaan dan saling serang opini juga terjadi di media sosial yang sudah tidak terbatas ruang dan waktu. Ini menjadi potensi perpecahan yang mengarah konflik sesama anak bangsa.

Tentu saja, keutuhan bangsa dan negara jauh lebih penting dibandingkan dengan ego kepentingan untuk memperoleh kekuasaan. Oleh karena itu, Bagas Puji Laksono yang merupakan akademisi serta Dosen Universitas Gadjah Mada, menyampaikan pesan yang sangat penting buat negeri ini tentang Pilpres dan Pileg 2024.

Bagas mengungkapkan bahwa
Pilpres Pileg adalah sarana untuk meneruskan kepemimpinan nasional dan ujungnya adalah keutuhan bangsa dan negara, dalam hal ini dirinya mengingatkan pada semua elemen bangsa untuk mengendalikan diri bahwa utamanya dari semua proses ini adalah keutuhan bangsa dan negara.

Menurutnya Pemilu damai, Kamtibmas kondusif, tidak ada konflik serius di akar rumput, itu harus diupayakan oleh semua pihak bukan hanya para elit politik tapi juga budayawan, seniman, akademisi, semua harus bersatu padu dengan sebuah kesadaran bahwa Pilpres dan Pileg hanya sarana untuk melanjutkan kepemimpinan nasional.

“Yang paling utama adalah keutuhan bangsa dan negara. Ketertiban di masyarakat, kenyamanan semua warga dalam menyelenggarakan Pileg yang Pilpres. Tidak ada alasan untuk pecah sesama anak bangsa hanya gara-gara Pileg dan Pilpres,” tegasnya.

“Sekali lagi saya ingatkan pada semuanya saja termasuk elit politik di Jakarta untuk sadar bahwa Pileg dan Pilpres itu tidak ada istimewanya karena hanya meneruskan kepemimpinan nasional dan itu adalah proses demokrasi yang natural dan harus terus terjadi, jangan muncul hal-hal yang kontraproduktif termasuk pemakzulan presiden, ini sangat kontraproduktif bagi keutuhan bangsa dan negara, bisa-bisa mengganggu jalannya Pileg dan Pilpres, biarkan Presiden Jokowi selesai di akhir masa jabatannya kemudian berganti secara alamiah dari pemenang Pilpres 2024,”ungkapnya.

“Sekali lagi, ketertiban di masyarakat, berlangsungnya proses ekonomi yang wajar tanpa halangan itu adalah hal lebih utama dibandingkan hiruk-pikuk Pilpres dan Pileg dalam sudut tertentu bisa sangat kontraproduktif, ” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Advokat Moh. Ali Murtadho Sebut Hellyana Tidak Memiliki Niat Jahat dalam Kasus Ijazah

8 Mei 2026 - 17:47 WIB

Kuasa Hukum Penggugat Kepengurusan DPW PPP Jabar: SK DPP Penuh Kejanggalan

7 Mei 2026 - 12:09 WIB

Koridor Hijau Desa Mulai Dibangun di Grobogan, IPDA Jadi Inisiator Utama

22 April 2026 - 17:38 WIB

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

14 Maret 2026 - 13:00 WIB

Trending di Nasional
error: