SUARARAKYATINDO.COM – Probolinggo, Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo, Fahmi Abdul Haq Zaini, menggelar dialog langsung bersama warga Desa Sumberejo, Kecamatan Tongas, Kamis (31/7/2025).
Kegiatan ini digelar di kawasan Bendungan Sumur Kodung, usai prosesi penebaran benih ikan air tawar, dan menjadi ajang serap aspirasi masyarakat yang selama ini merasakan berbagai persoalan infrastruktur dan layanan dasar.
Dalam forum terbuka yang difasilitasi oleh pemerintah desa dan kecamatan, sejumlah warga menyuarakan keluhan utama mereka mulai dari sulitnya akses air bersih dari PDAM, minimnya tiang listrik di beberapa wilayah, hingga jalan desa yang masih belum tersentuh pembangunan.
“Kami sering kesulitan air bersih, terutama saat musim kemarau. Lalu, jalan menuju dusun kami juga rusak parah,” ujar salah satu warga dalam sesi tanya jawab.
Menanggapi hal tersebut, Wabup Fahmi menegaskan pentingnya mendengar langsung suara rakyat sebagai dasar perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
Ia menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan aspirasi masyarakat sebagai pijakan utama dalam penyusunan kebijakan ke depan.
“Kami hadir di sini bukan hanya untuk seremonial, tapi untuk mendengar langsung keluhan panjenengan. Insyaallah, semua yang disampaikan akan kami bawa dan tindak lanjuti bersama dinas terkait,” ucap Fahmi.
Turut hadir mendampingi, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Komisi I, Armo Eko Purwanto (Fraksi PKB), yang merupakan perwakilan daerah pemilihan setempat. Armo menyatakan bahwa isu-isu yang disampaikan warga akan menjadi prioritas dalam agenda legislatifnya.
“Lima tahun ke depan, saya ingin memastikan infrastruktur dasar di Sumberejo bisa lebih baik. Ini menjadi komitmen pribadi sekaligus tanggung jawab saya sebagai wakil panjenengan di DPRD,” tegas Armo.
Kegiatan serap aspirasi ini menjadi contoh pendekatan kepemimpinan yang responsif dan terbuka terhadap keluhan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menegaskan bahwa pembangunan tak bisa berjalan hanya dari atas ke bawah, tetapi harus dimulai dari mendengar langsung kebutuhan di lapangan.













