Wahid Foundation Tanggapi Kasus Kematian Santri PPTQ Al Hanifiyah Kediri - Suararakyatindo

Menu

Mode Gelap
KH Zulfa Mustofa Ditunjuk sebagai Pj Ketua Umum PBNU Gantikan Gus Yahya UNUJA–BPS Perkuat Ekosistem Data Lewat Pojok Statistik dan Program Desa Cantik Tembakau Probolinggo Makin Diperhitungkan, Tembus Pasar Antarwilayah Sweet Bonanza Demo Play: A Sugary World of Wins Petani Cabe Rawit di Probolinggo Mulai Tembus Rp 75 Simak Faktanya Aspirasi Run 2025 Semarak, DPRD Probolinggo Dorong Budaya Hidup Sehat

Daerah

Wahid Foundation Tanggapi Kasus Kematian Santri PPTQ Al Hanifiyah Kediri

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

SUARARAKYATINDO.COM – Jakarta, Wahid Foundation tanggapi kematian santri inisial BBM (14) yang diduga akibat dianiaya oleh empat seniornya di Pondok Pesantren Pusat Pendidikan Tahfiz Alqur’an (PPTQ) Al Hanifiyyah di Mojo, Kediri, Jawa Timur.

Dalam rilis yang dikeluarkan pada Rabu (28/2/2024), Wahid Foundation menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian itu. Pihaknya mendesak agar aparat kepolisian mengusut tuntas kasus itu sehingga tercipta keadilan bagi korban.

“Kami sangat berduka atas kehilangan seorang anak di usia yang masih sangat muda. Pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman dan mendukung bagi setiap individu,” tulis rilis Wahid Foundation.

Lebih dari itu, Wahid Foundation mendorong kerjasama antar kementerian dan lembaga agar membentuk mekanisme berbasis komunitas di pesantren untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Wahid Foundation mengajak seluruh institusi pendidikan, termasuk pesantren, untuk berkomitmen zero tolerance terhadap perundungan dan kekerasan. Mereka menekankan perlunya penerapan kebijakan anti perundungan dan kekerasan serta sosialisasi yang terus-menerus untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan inklusif.

“Menekankan pentingnya keterlibatan Majelis Masyayikh dan lembaga-lembaga mandiri dalam merumuskan sistem penjaminan mutu Pendidikan Pesantren. Hal ini bertujuan untuk memastikan materi antiperundungan dan kekerasan masuk dalam kurikulum dan sistem manajemen pesantren,” tuturnya.

Untuk diketahui, pihak pesantren menyebut korban meninggal dunia setelah terjatuh dari kamar mandi. Namun pihak keluarga menyebut banyak kejanggalan ditubuh korban termasuk jeratan di leher, hidung patah, bekas luka sundutan rokok di kaki, dan memar di dada.

Saat ini keempat pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Keempat tersangka itu adalah MN (18) seorang pelajar kelas 11 asal Sidoarjo, MA (18) pelajar kelas 12 asal Nganjuk, AF (16) asal Denpasar, serta AK (17) asal Kota Surabaya.

“Empat orang kita tetapkan sebagai tersangka dan kita laksanakan penahanan lebih lanjut,” kata Kapolres Kediri Kota, AKPB Bramastyo Priaji, Senin (26/2/2024).

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

KH Zulfa Mustofa Ditunjuk sebagai Pj Ketua Umum PBNU Gantikan Gus Yahya

10 Desember 2025 - 19:37 WIB

KH Zulfa Mustofa Ditunjuk sebagai Pj Ketua Umum PBNU Gantikan Gus Yahya

UNUJA–BPS Perkuat Ekosistem Data Lewat Pojok Statistik dan Program Desa Cantik

10 Desember 2025 - 19:27 WIB

UNUJA–BPS Perkuat Ekosistem Data Lewat Pojok Statistik dan Program Desa Cantik

Tembakau Probolinggo Makin Diperhitungkan, Tembus Pasar Antarwilayah

9 Desember 2025 - 18:23 WIB

Tembakau Probolinggo Makin Diperhitungkan, Tembus Pasar Antarwilayah

Petani Cabe Rawit di Probolinggo Mulai Tembus Rp 75 Simak Faktanya

7 Desember 2025 - 21:50 WIB

Petani Cabe Rawit di Probolinggo Mulai Tembus Rp 75 Simak Faktanya

Aspirasi Run 2025 Semarak, DPRD Probolinggo Dorong Budaya Hidup Sehat

7 Desember 2025 - 21:28 WIB

Aspirasi Run 2025 Semarak, DPRD Probolinggo Dorong Budaya Hidup Sehat
Trending di Daerah
error: