sSUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo – Hujan yang mengguyur Desa Opo-opo, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, pada Jumat siang (16/1/2026) kembali memicu kecemasan warga. Pasalnya, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi tersebut menyebabkan air sungai meluap dan menggenangi ruas jalan hingga depan rumah warga.
Kondisi ini membuat masyarakat setempat dilanda kekhawatiran, terlebih bagi warga yang pernah terdampak banjir parah pada tahun sebelumnya. Luapan air sungai yang semakin dangkal dinilai menjadi penyebab utama ancaman banjir yang terus berulang setiap musim hujan.
Sahari, warga Dusun Sumber Banger RT/RW 002/002, mengaku trauma dengan kejadian banjir yang pernah dialaminya pada bulan Ramadan tahun lalu. Saat itu, separuh rumahnya terendam air.
“Hujan kali ini membuat saya sangat cemas. Trauma masih terasa, karena tahun kemarin rumah saya sampai setengahnya terendam banjir,” ujar Sahari.
Ia menambahkan, naiknya air sungai hingga ke ruas jalan pada Jumat siang tersebut menjadi pertanda ancaman banjir bisa kembali terjadi sewaktu-waktu.
“Air sudah naik ke jalan. Ini jelas bikin khawatir, apalagi pengalaman tahun lalu air sampai masuk rumah,” katanya.
Warga pun mendesak pemerintah, khususnya dinas terkait, agar turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil yang dialami masyarakat Desa Opo-opo saat musim hujan.
“Pemerintah harus turun langsung ke lapangan. Biar tahu dan merasakan sendiri bagaimana cemasnya warga kalau hujan turun seperti ini,” tegasnya.
Sahari secara khusus menyoroti kondisi aliran sungai di Dusun Sumber Banger yang dinilai sudah sangat dangkal. Menurutnya, sungai tersebut sudah lama tidak dilakukan pengerukan sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.
“Sungai di dusun kami sudah seharusnya dikeruk. Sekarang dangkal sekali. Kalau tidak dinormalisasi, air pasti meluap terus dan warga tidak akan pernah tenang setiap musim hujan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo terkait keluhan dan desakan warga Desa Opo-opo tersebut.






