Menu

Mode Gelap
Murder Drones Characters Meet the Cast of the Dark Animated Series and Their Roles Murder Drones Characters Meet the Cast of the Dark Animated Series and Their Roles Knights of Guinevere Character Sheets with Hero Profiles and Ability Guides Unraveling Lizzy Murder Drone Cases and Practical Safety Guidance for Residents Full Episode Guide and Season-by-Season Recap for The Gaslight District Murder Drones Episodes Complete Guide to Every Season and Key Moments

Uncategorized

Women’s day : Perempuan dan Perlawanan

badge-check


					Standar Kecantikan, Kapitalisme, dan Meningkatnya Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia Perbesar

Standar Kecantikan, Kapitalisme, dan Meningkatnya Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia

8 Maret – tanggal untuk merayakan hari perempuan (women’s day), untuk menghormati perjuangan perempuan dalam memperoleh hak politik, kesetaraan kerja, pendidikan, dan perlindungan dari diskriminasi.

Sejarah Singkat

Awal abad ke-20 banyak perempuan yang bekerja di pabrik dengan kondisi yang sangat buruk. Mereka di belenggu oleh jam kerja yang sangat panjang, upah lebih rendah dibanding laki-laki, dan kondisi kerja yang tidak aman. Lalu di New York, tepatnya pada tahun 1908 sekitar 15.000 buruh perempuan melakukan demonstrasi, menuntut dan memperjuangkan jam kerja yang wajar, upah yang layak, jaminan keamanan perempuan, serta hak pilih perempuan.

Pada Tahun 1910, dalam konferensi perempuan sosialis internasional, yang di adakan di Kopenhagen, salah satu tokoh aktivis perempuan Jerman, Clara Zetkin mengusulkan agar dunia memiliki hari khusus untuk memperingati perjuangan perempuan. Usulan ini diterima oleh 100 delegasi perempuan dari 17 negara.

Secara makna historis pada tanggal 8 maret 1917 perempuan Rusia melakukan aksi demonstrasi besaar, yang menuntut “roti dan perdamaian” di tengah krisis Perang Dunia I. Aksi ini kemudian memicu gelombang Russian Revolution, yang menggulingkan kekuasaan Tsar dan membuka jalan pemberian hak pilih bagi perempuan Rusia. (Smith, 2017)

Dengan demikian, Hari Perempuan Internasinal ini tidak lahir dari sebuah perayaan, atau sekadar ucapan selamat belaka. Ia lahir dari nafas perjuangan sekaligus perlawanan perempuan, terhadap budaya, dan klasifikasi kelas yang membelenggu.

Transformasi Perjuangan Perempuan

Dari intisari sejarah yang bisa kita resapi, gerakan perempuan pada abad itu, bergejolak secara masif, dari perjuangan sosial yang radikal dan politis. Gerakan ini melahirkan peringatan International Women’s Day sebagai simbol perjuangan kolektif perempuan, dalam melawan ketidadilan struktural.

Namun ada sedikiti kritik dari Nancy Fraserfeminisme modern sering mengalami apa yang disebut sebagai “co-optation” oleh neoliberalisme, yaitu ketika tuntutan pembebasan perempuan justru dipersempit menjadi isu individual seperti kesuksesan personal, bukan transformasi struktur sosial.

“Kapitalisme mendepolitisasi peremppuan melalui industri kecantikan”

Industri kecantikan modern tidak hanya menjual produk, tetapi juga memproduksi standar kecantikan. Melalui iklan, media massa, dan kini media sosial, perempuan terus dihadapkan pada citra ideal (kulit putih, wajah mulus, dan tampilan yang selalu muda) tentang tubuh yang sempurna.

Standar ini kemudian menciptakan kebutuhan konsumsi yang terus menerus, sehingga tubuh perempuan menjadi bagian dari mekanisme pasar dalam sistem kapitalisme modern.

Mengapa ini penting dibahas ?
Karena sangat mempengaruhi kesadaran perjuangan perempuan saat ini, yang lebih mementingkan pencapaian kesempurnaan diri secara personal, daripada kesadaran kolektif untuk melihat ketidakadilan struktural yang mereka alami.

Sehingga berbagai bentuk ketidakadilan terhadap perempuan termasuk meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir sering kali tidak mendapatkan perhatian dan kesadaran kolektif yang memadai untuk dilawan secara bersama.

Realitas Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia Saat Ini

Kekerasan terhadap perempuan di Indonesia masih tinggi meski kesadaran publik meningkat. Catatan Tahunan 2025 dari Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan mencatat 376.529 kasus sepanjang 2025, naik 14,07% dari 330.097 kasus pada 2024. Angka ini menunjukkan kekerasan berbasis gender masih bersifat struktural dan berkaitan dengan relasi kuasa yang timpang.

Laporan tersebut juga mencatat 43 kasus persekusi oleh aparat, 30 kekerasan seksual oleh pejabat publik, 21 kebijakan diskriminatif, serta 20 konflik agraria yang berdampak pada perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa kekerasan terhadap perempuan juga terkait dengan struktur kekuasaan dan kebijakan.

Sebagian besar kekerasan terjadi dalam relasi personal seperti KDRT, kekerasan seksual, dan kekerasan dalam pacaran. Dalam beberapa tahun terakhir juga muncul fenomena “viral justice”, ketika kasus baru mendapat perhatian setelah viral di media sosial.

Dan yang lebih menyakitkan bukan cuma karena kasusnya viral, ketika namu karena kita tahu diluar sana ada banyak yang tidak pernah terangkat di media. Banyak yang tidak pernah viral, memilih bahkan terppaksa diam, dan tidak dipercaya ketika berani berbicara

Analisis: Mengapa Perlawanan Terlihat “Melemah”?

Perlawanan perempuan saat ini kerap terlihat kurang radikal dibandingkan masa lalu. Salah satu penyebabnya adalah individualisasi perjuangan, di mana keberhasilan perempuan lebih sering dipahami sebagai capaian pribadi, bukan sebagai bagian dari perubahan struktur sosial yang lebih luas.

Selain itu, gerakan perempuan juga mengalami fragmentasi isu, mulai dari lingkungan, buruh, digital, hingga politik, sehingga mobilisasi besar menjadi lebih sulit. Di sisi lain, budaya patriarki masih kuat mengakar dalam keluarga, institusi agama, sistem hukum, dan budaya populer.

Sejak kecil perempuan diajarkan untuk hati-hati.

Jangan pulang terlalu malam, jangan pakai baju yang ‘mengundang’, jangan terlalu ramah“.

Tapi jarang yang ada bilang dengan lantang berucap

Jangan Lakukan Kekerasan Kepada Perempuan”.

Sehingga kekerasan terhadap perempuan tidak hanya menjadi persoalan kriminal, tetapi juga persoalan struktur sosial yang lebih dalam.

Penutup

Oleh karena itu, penting untuk membangun kembali kesadaran kolektif bahwa persoalan yang dialami perempuan bukan sekadar masalah individual, melainkan persoalan struktural yang harus dihadapi bersama. Perempuan tidak hanya didorong untuk memenuhi standar-standar yang diciptakan oleh pasar, tetapi juga perlu memperkuat solidaritas dan kesadaran kritis untuk melawan berbagai bentuk ketidakadilan dan kekerasan yang masih terus terjadi.

Noted dari penulis :
Hari Perempuan bukan hanya soal ucapan, bukan hanya soal “women support women“. Tapi tugas kita bersama untuk kembali membaca sekaligus memahami sejara, agar tidak melupakan nilai-nilai perjuangan perempuan, dan menciptakan ruang aman bersama-sama.

Hanya dengan kesadaran dan perjuangan bersama, ruang yang lebih aman dan adil bagi perempuan dapat benar-benar diwujudkan.

Salam hormat, Alfaridzi.

Referensi :

Kaplan, T. (1985). On the Socialist Origins of International Women’s Day. Feminist Studies, 11(1), 163–171.

Smith, S. A. (2017). The Russian Revolution: A Very Short Introduction. Oxford: Oxford University Press.

United Nations. (1975). International Women’s Year and the recognition of International Women’s Day. New York: United Nations.

Fraser, N. (2013). Fortunes of Feminism: From State-Managed Capitalism to Neoliberal Crisis. London: Verso.

Beauvoir, Simone de. (1949). The Second Sex. New York: Vintage Books.

Komnas Perempuan. (2025). Catatan Tahunan Kekerasan terhadap Perempuan 2024. Jakarta: Komnas Perempuan.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2025). Data SIMFONI-PPA Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Murder Drones Characters Meet the Cast of the Dark Animated Series and Their Roles

16 April 2026 - 05:33 WIB

Murder Drones Characters Meet the Cast of the Dark Animated Series and Their Roles

16 April 2026 - 05:27 WIB

Knights of Guinevere Character Sheets with Hero Profiles and Ability Guides

16 April 2026 - 05:24 WIB

Unraveling Lizzy Murder Drone Cases and Practical Safety Guidance for Residents

16 April 2026 - 05:17 WIB

Full Episode Guide and Season-by-Season Recap for The Gaslight District

16 April 2026 - 05:10 WIB

Trending di Uncategorized
error: