Yuk Hindari 5 Perkara Ini Saat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan

Foto Ilustrasi (Freepik.com)

Suararakaytindo.com – Seperti yang Anda ketahui bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang suci, bulan yang mulia, bulan yang penuh berkah serta penuh ampunan.

Di Bulan Ramadhan umat muslim berlomba-lomba melakukan kebaikan, mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena hanya dibulan Ramadhan setiap umat muslim yang melakukan amal kebaikan maka akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT.

Sebab itu mereka menjadikan bulan Ramadhan ini sebagai kesempatan yang paling berharga untuk meningkatkan amalan serta kebaikan.

Bulan puasa Ramadhan tidak hanya menahan rasa lapar dan dahaga, ada juga beberapa hal yang perlu dihindari agar pahala puasanya tidak berkurang.

Seperti yang dikutip Suarararakyatindo.com dari Muslimahdaily.com, berikut ini beberapa kegiatan makruh yang tidak disukai dalam berpuasa di bulan Ramadhan, yang sebaiknya dihindari untuk memaksimalkan pahala dan keberkahan puasa kita:

1. Menyikat Gigi

Menyikat gigi saat puasa diperbolehkan, namun hendaknya tanpa pasta gigi untuk menghindari risiko menelan sesuatu yang bisa membatalkan puasa. Menjaga kebersihan mulut bisa dilakukan sebelum imsak atau setalah berbuka puasa.

2. Berlebihan Saat Berkumur

Dalam berwudhu atau mencuci mulut, berlebihan dalam berkumur bisa berisiko membatalkan puasa jika air tertelan. maka dari itu berhati hatilah jika ingin berkumur dan janganlah berlebihan.

3. Tidur Berlebihan

Tidur sepanjang hari dibulan Ramadhan tidak membatalkan puasa, akan tetapi mengurangi waktu berharga untuk ibadah lainnya seperti membaca Al-Qur’an dan mencari ilmu. Mari gunakan waktu dengan bijak.

4. Penggunaan Softlens

Bagi pengguna softlens, disarankan untuk mempertimbangkan waktu penggunaannya. Ulama Syafi’iyah menyatakan bahwa penggunaan softlens di siang hari bisa mengurangi keutamaan puasa.

5. Gosip (Ghibah)

Orang yang suka ghibah tidak hanya merusak karakter tetapi juga dapat mengikis pahala puasa. Meski tidak membatalkan puasa, aktivitas ini sangat tidak dianjurkan karena dapat mengurangi nilai ibadah kita.

Semoga uraian diatas menjadi motivasi untuk diri kita agar menghindari hal-hal yang makruh.

Tinggalkan Balasan