Menu

Mode Gelap
Murder Drones Characters Meet the Cast of the Dark Animated Series and Their Roles Knights of Guinevere Character Sheets with Hero Profiles and Ability Guides Bronde Highlighted 20″ Seamless Clip-In Hair Extensions P10/18/6 Murder Drones Characters Meet the Cast of the Dark Animated Series and Their Roles Unraveling Lizzy Murder Drone Cases and Practical Safety Guidance for Residents Murder Drones Characters Meet the Cast of the Dark Animated Series and Their Roles

Nasional

Isu Politik Dinasti Dihembuskan Oleh Pihak Yang Anti Demokrasi 

badge-check


					Eli Salomo Selaku Sekjen Persaudaraan 98. (Foto: SRI) Perbesar

Eli Salomo Selaku Sekjen Persaudaraan 98. (Foto: SRI)

SUARARAKYATINDO.COM- Sekjen DPP Persaudaraan 98 Eli Salomo Sinaga menilai isu politik dinasti sengaja dihembuskan oleh para pihak yang anti demokrasi dan takut kalah dalam kontestasi politik, dan isu dinasti adalah salah satu isu yang dilemparkan untuk mendiskreditkan pasangan Prabowo-Gibran.

“Jadi Gibran Rakabuming Raka hanya menjalankan hak konstitusinya untuk memilih dan dipilih. Itulah hak setiap warga negara yang dilindungi oleh UUD 1945 dan UU No.39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia pasal 43”. Jelasnya.

UU No.39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia pasal 43 menjelaskan bahwa setiap warga negara mempunyai hak dan kebebasan, tanpa pembedaan apapun juga khususnya dalam urusan untuk terlibat dalam pemerintahan, memilih dan dipilih pada pemilihan umum dan memperoleh akses pada pelayanan umum”. Sambungnya.

“Maka hak politik seseorang hanya bisa dicabut lewat keputusan pengadilan. Dan menghalang-halangi seseorang untuk menjalankan hak konstitusinya adalah tindakan anti demokrasi dan fasis”. Tegasnya.

Eli Salomo menambahkan, majunya Gibran sebagai Calon Wakil Presiden mendampingi Calon Presiden Prabowo Subianto diluar kuasa dan kontrol Presiden Jokowi karena semua ditentukan oleh partai koalisi.

“Keputusan Capres dan Cawapres adalah hak prerogatif partai politik bukan Presiden. Tentu partai politik punya independensi, marwah serta mekanisme dan pertimbangan strategis sehingga menjatuhkan pilihan pada pasangan Prabowo-Gibran”.

Eli Salomo menegaskan isu politik dinasti sangat tidak berdasar karena Indonesia menganut sistem Republik di mana kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat dan suksesi kekuasaan dilangsungkan lewat pemilihan umum.

“Kita melihat ada upaya mendiskreditkan pasangan Prabowo-Gibran, yang dikhawatirkan ini akan terus berlanjut sampai proses pemilu selesai. Upaya ini harus kita lawan karena akan berujung pada pendelegitimasian sistemik terhadap pemerintahan Indonesia ke depan.” Terangnya.

Sementara menurut Eli Salomo, kontestasi pilpres harus di isi dengan adu gagasan, adu visi misi untuk merebut hati rakyat. Karena tantangan menuju 100 tahun Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kepemimpinan yang dihasilkan pada Pemilu 2024 ini.

“Kita ini Republik bukan Monarki yang mana kekuasaan bisa diwariskan. Jadi biarlah rakyat yang akan menentukan Presiden dan Wapresnya di 14 februari 2024 mendatang. Dan rakyat sudah terlanjut jatuh cinta pada pasangan Prabowo-Gibran yang dipandang mampu meneruskan kesuksesan Presiden Jokowi menuju Indonesia Emas 2045”. Tutupnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

14 Maret 2026 - 13:00 WIB

Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditahan KPK dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024

13 Maret 2026 - 13:56 WIB

BGN Hentikan Ratusan Unit SPPG di Jawa Timur, Ini Alasannya

12 Maret 2026 - 13:31 WIB

Pemohon Uji Materi: Anggaran Pendidikan 2026 Jangan Sekadar Naik Angka, Substansinya Tergerus

20 Februari 2026 - 21:53 WIB

Trending di Nasional
error: