Menu

Mode Gelap
Knights of Guinevere Character Sheets with Hero Profiles and Ability Guides Catching Up Episodes A Practical Handbook for Rediscovering Favorite TV Shows Full Episode Guide and Season-by-Season Recap for The Gaslight District Exploring Jet Charters Close To You: A Comprehensive Guide Catching Up Episodes A Practical Handbook for Rediscovering Favorite TV Shows Full Episode Guide and Season-by-Season Recap for The Gaslight District

Nasional

Buka Sekolah Pemimpin Perubahan, Begini Harapan Muhaimin Iskandar

badge-check


					Saat Muhaimin Iskandar mengisi acara sekolah pemimpin perubahan. (Foto: Ig @cakiminow) Perbesar

Saat Muhaimin Iskandar mengisi acara sekolah pemimpin perubahan. (Foto: Ig @cakiminow)

SUARARAKYATINDO.COM- Ketum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) berbicara soal disrupsi dalam politik. Menurutnya, disrupsi politik bisa mengubah cara kerja hingga ideologi sebuah partai.

Hal ini disampaikan Cak Imin saat menghadiri konsolidasi bertajuk Sekolah Pemimpin Perubahan (SPP) Wilayah 1 Jawa Timur di Coban Rondo, Malang, Rabu (10/7/2024). Acara ini diikuti seluruh anggota DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota terpilih pada Pileg 2024.

“Seluruh lini kehidupan telah mengalami disrupsi, termasuk politik. Disrupsi itu akan menimbulkan pergeseran-pergeseran dalam banyak hal. Mulai cara kerja, pengelolaan, perekrutan kader, sistem kaderisasi, ideologisasi, manajemen partai, serta persoalan-persoalan lain yang berkembang sangat dinamis,” kata Cak Imin.

Gus Imin mengatakan disrupsi tersebut menuntut partai politik serta seluruh wakil rakyat, terutama dari PKB, mengadaptasikan diri. Menurutnya, apabila setiap sikap politik tentunya akan menentukan kekuatan parpol.

“Seluruh perubahan itu tentu menuntut penyikapan, pengelolaan, dan pendekatan yang tidak tunggal. Tanpa adaptasi yang tepat dalam mengelola partai politik, maka sebuah Parpol bisa jadi hanya tinggal sejarah dalam nama besar yang tertulis dalam lembaran-lembaran kertas dan jejak digital,” katanya.

Kemudian, dia juga menjelaskan adanya kritik tajam yang dialamatkan kepada setiap partai politik. Menurutnya, minimnya calon dari internal partai politik dalam banyak kontestasi dianggap kegagalan partai politik dalam menyiapkan calon-calon pemimpin bangsa.

“Ya meskipun anggapan itu Tidak sepenuhnya benar, meskipun juga tidak semuanya salah. Banyak variabel yang membingkainya. Sangat kompleks dan tidak sederhana,” ungkapnya.

“Pada intinya saya nyatakan, partai politik adalah media paling sah dalam mendistribusikan kader-kadernya untuk menduduki jabatan-jabatan publik sebagai pemimpin masyarakat. Demokrasi modern tidak bisa dibayangkan tanpa kehadiran partai politik,” lanjutnya.

Diketahui, Sekolah Pemimpin Perubahan ini diikuti 386 peserta yang terdiri dari anggota DPR RI, anggota DPRD provinsi, dan juga anggota DPRD kabupaten/kota dari PKB se-Jawa Timur yang terpilih pada Pileg 2024, serta Ketua DPW PKB se-Indonesia.

Jawa Timur merupakan wilayah 1 dari kegiatan Sekolah Pemimpin Perubahan yang digelar mulai 9-11 Juli 2024. Setelah Jawa Timur, kegiatan serupa juga akan digelar di Wilayah lain dengan peserta seluruh Wakil Rakyat dari PKB yang terpilih pada Pileg 2024.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

14 Maret 2026 - 13:00 WIB

Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Ditahan KPK dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024

13 Maret 2026 - 13:56 WIB

BGN Hentikan Ratusan Unit SPPG di Jawa Timur, Ini Alasannya

12 Maret 2026 - 13:31 WIB

Pemohon Uji Materi: Anggaran Pendidikan 2026 Jangan Sekadar Naik Angka, Substansinya Tergerus

20 Februari 2026 - 21:53 WIB

Trending di Nasional
error: