Menu

Mode Gelap
Exploring Reasonably Priced Private Jets: A Case Examine on Funds-Pleasant Aviation Solutions Exploring Sugar Daddy Websites in Kenya: A Guide to Understanding The Pattern Catching Up Episodes A Practical Handbook for Rediscovering Favorite TV Shows Finding the Best Place To Buy Modafinil Online: A Comprehensive Information Hair Restoration In Long Island City, Queens – LIC LAB Full Episode Guide and Season-by-Season Recap for The Gaslight District

Uncategorized

Saatnya Penegak Hukum Bertindak, Bukan Beralasan

badge-check


					Azam selaku Sekretaris Jendral BEM Probolinggo Raya saat mengisi sambutan. Perbesar

Azam selaku Sekretaris Jendral BEM Probolinggo Raya saat mengisi sambutan.

SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo – Maraknya aksi begal yang terjadi di Kabupaten Probolinggo sehingga membuat Aliansi BEM Probolinggo Raya turut prihatin atas kejadian ini.

Azam, Sekjen Aliansi BEM Probolinggo Raya mengungkapkan bahwa kejadian aksi begal di Kabupaten Probolinggo membuat masyarakat selalu cemas dan khawatir.

Kejadian aksi begal terjadi pada 26/03/2024, pasangan suami istri dibegal di Desa Pegalangan, Kecamatan Maron, yang mengakibatkan suami tewas setelah berduel dengan pelaku bersenjata celurit.

“17/04/2025, seorang ibu muda, Zilvy Sabriya Arrohmah, menjadi korban begal di Desa Leces. Ia mengalami luka serius akibat sabetan celurit dan harus menjalani operasi,” tuturnya.

“20/04/2025, Sri M, seorang karyawati, dibegal di Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron. Dua pelaku mengancam dengan celurit dan membawa kabur sepeda motornya,” tambahnya.

Kejadian-kejadian ini menunjukkan bahwa aksi begal di Probolinggo telah mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan, dengan pelaku yang semakin nekat dan brutal.

Kami menilai bahwa upaya penanggulangan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, khususnya Kasatreskrim Polres Probolinggo, belum efektif dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Meskipun ada tindakan penangkapan terhadap pelaku begal, seperti pada 22 Maret 2025 di Kecamatan Gending, di mana dua pelaku yang telah beraksi di 12 TKP berhasil dilumpuhkan, aksi begal masih terus terjadi.

“Berhenti menyalahkan faktor ekonomi! Yang kami butuhkan adalah tindakan nyata, bukan alasan klasik. Sampai kapan masyarakat harus jadi korban sebelum aparat benar-benar turun serius ke jalan?”

Aliansi BEM Probolinggo Raya mengeluarkan Presilis dengan beberapa tuntutan yaitu:

Mendesak Kapolres Probolinggo:

1. Kepolisian Probolinggo, khususnya Kasatreskrim, harus turun langsung ke titik-titik rawan kriminalitas, bukan hanya mengandalkan laporan setelah kejadian.

2. Tingkatkan patroli malam dan respons cepat terhadap pengaduan masyarakat. Warga sudah lelah dengan laporan yang diabaikan atau ditunda-tunda.

3. Segera bentuk satuan tugas anti-begal yang transparan dalam kerja dan hasilnya. Tak cukup hanya menangkap pelaku, tapi harus ada efek jera dan pengawasan berkelanjutan.

4. Libatkan tokoh masyarakat dan mahasiswa dalam forum terbuka untuk mengawasi kinerja aparat. Ini bukan sekadar masalah kriminal, ini sudah soal ketakutan publik yang tak kunjung direspon serius.

Kami, sebagai representasi mahasiswa dan pemuda Probolinggo, menyampaikan kritik tegas dan solusi nyata sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat. Diam bukan pilihan, bersuara adalah kewajiban.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Exploring Reasonably Priced Private Jets: A Case Examine on Funds-Pleasant Aviation Solutions

17 April 2026 - 01:54 WIB

Exploring Sugar Daddy Websites in Kenya: A Guide to Understanding The Pattern

17 April 2026 - 01:47 WIB

Catching Up Episodes A Practical Handbook for Rediscovering Favorite TV Shows

17 April 2026 - 01:24 WIB

Finding the Best Place To Buy Modafinil Online: A Comprehensive Information

17 April 2026 - 01:03 WIB

Hair Restoration In Long Island City, Queens – LIC LAB

17 April 2026 - 01:02 WIB

Trending di Uncategorized
error: