Menu

Mode Gelap
Catching Up Episodes A Practical Handbook for Rediscovering Favorite TV Shows Full Episode Guide and Season-by-Season Recap for The Gaslight District Knights of Guinevere Character Sheets with Hero Profiles and Ability Guides Full Episode Guide and Season-by-Season Recap for The Gaslight District Knights of Guinevere Episode Guide with Complete Breakdown of Key Moments and Themes Knights of Guinevere Character Sheets with Hero Profiles and Ability Guides

Ekonomi

DPRD Probolinggo Akan Turun Langsung Telusuri Praktik Bank Mekar yang Jerat UMKM dengan Utang

badge-check


					Rapat Strategis Penanganan Peredaran Minuman Keras (miras) dan Rokok Ilegal, Rabu (25/6/2025). (Foto: Istimewa) Perbesar

Rapat Strategis Penanganan Peredaran Minuman Keras (miras) dan Rokok Ilegal, Rabu (25/6/2025). (Foto: Istimewa)

SUARARAKYATINDO.COM – Probolinggo, Komisi I DPRD Kabupaten Probolinggo menyoroti praktik lembaga pembiayaan seperti Bank Mekar yang dinilai menjerat masyarakat kecil dengan utang dan berujung pada terhambatnya proses perizinan usaha mikro. Masalah ini mencuat dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar pada Rabu (25/6/2025).

Dalam forum tersebut terungkap bahwa sejumlah pelaku UMKM di Kabupaten Probolinggo mengalami kendala serius saat mengurus perizinan karena KTP mereka diblokir oleh sistem yang terhubung dengan pinjaman Bank Mekar.

“ni bukan sekadar masalah administratif. Ini menyangkut masa depan ekonomi rakyat kecil,” tegas Muchlis, Ketua Fraksi PKB sekaligus anggota Komisi I DPRD Kabupaten Probolinggo.

Ia mencontohkan salah satu kasus seorang ibu pelaku usaha yang tak bisa mengakses layanan perizinan akibat KTP-nya terblokir, hanya karena masih tercatat memiliki pinjaman.

Muchlis menyebut, fenomena ini hanyalah puncak dari “gunung es” yang berdampak lebih luas secara sosial.

“Bukan cuma ekonomi yang terdampak. Kami mencatat ada kenaikan angka perceraian, kenakalan remaja, bahkan tekanan mental di masyarakat karena terjerat utang berbunga tinggi,” ujarnya.

DPRD mencemaskan bahwa maraknya praktik pembiayaan semacam ini berpotensi menciptakan krisis sosial-ekonomi baru di kalangan akar rumput. Banyak UMKM akhirnya gulung tikar karena beban cicilan yang tak seimbang dengan pendapatan.

Merespons hal ini, Komisi I berencana melakukan pemantauan langsung ke lembaga pembiayaan termasuk Bank Mekar. DPRD juga akan melibatkan Komisi II agar pengawasan dilakukan lintas sektor secara lebih komprehensif.

“Kami ingin melihat langsung seperti apa prosesnya, bagaimana masyarakat bisa sampai sejauh itu terbebani. Jangan sampai rakyat terus jadi korban karena tidak punya akses ke pembiayaan yang sehat dan transparan,” tambah Muchlis.

DPRD juga menyoroti terbatasnya akses masyarakat terhadap perbankan resmi seperti program Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang dinilai masih terlalu rumit bagi pelaku usaha kecil. Akibatnya, banyak warga beralih ke lembaga pembiayaan alternatif dengan risiko tinggi.

“Kami tidak akan tinggal diam. Ini menyangkut hajat hidup rakyat kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Negara harus hadir membela mereka,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

19 April 2026 - 17:10 WIB

Genggong Go Green ke-7, Gerakan Moral Bersepeda untuk Efisiensi Energi

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

19 April 2026 - 13:28 WIB

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Aksi di Rumah Pribadi

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

19 April 2026 - 10:53 WIB

Abd Wahid Resmi Jadi Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Tegaskan Dipilih Lewat Pleno Sah

Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor

19 April 2026 - 10:48 WIB

Komandan Banser Kraksaan Bantah Keterlibatan Organisasi dalam Aksi di Kediaman Ketua GP Ansor

Kades Pakel Lumajang Dikeroyok di Rumahnya, Polisi Selidiki Motif Serangan

17 April 2026 - 20:39 WIB

Kades Pakel Lumajang Dikeroyok di Rumahnya, Polisi Selidiki Motif Serangan
Trending di Daerah
error: