Empati Sahabat Eman Hermawan Setibanya di Graha Gusdur

Empati Sahabat Eman Hermawan Setibanya di Graha Gusdur
Gus Muhaimin Iskandar Sedang Mensholati Eman Hermawan di DPP PKB. Foto; IG @cakiminow

SUARARAKYATINDO.COM – Rabu Kemarin 15/06/2022 Dunia pergerakan kehilangan sosok pengayom kader, beliau dikenal karena sosok yang sederhana dan mengayomi kader atau generasi di organisasi baik di NU, Organisasi Kepemudaan Islam Indonesia sampai ke Partai PKB sendiri.

Tak hanya di kalangan bawah, beliau dikenal dikalangan nasional terutama kaum pergerakan di Yogyakarta, Eman Hermawan dikabarkan telah meninggal dunia di RS Wonolangan Dringu Probolinggo Jawa Timur, Pasalnya, jenazah akan langsung dibawa pulang ke tanah kelahirannya Bangka Blitung.

Sebelumnya, jenazah akan diberangkatkan dari Probolinggo ke Bandara Juanda Surabaya lalu  diterbangkan Jakarta setibanya di Graha Gus Dur jam 2 dini hari yang mana para sahabatnya sudah menunggu untuk sholat jenazah berjamaah di Kantor DPP PKB di Jakarta.

Jenazah Eman Hermawan tiba di Kantor DPP PKB pada pukul 2 malam, dan disambut langsung oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gus Muhaimin Iskandar beserta sahabat Mas Eman Hermawan.

Gus Muhaimin Mengatakan dalam postingan IG @cakiminow mengatakan bahwa tepat pukul 2 WIB malam kulepas dirimu dari markas kita Graha Gusdur.

“Selamat Jalan sahabatku Eman Hermawan”, ujarnya di Postingan IG @cakiminow pada 16/06/2022.

Gus Muhaimin menambahkan, Engkau bukan saja Baik tapi juga mulia. Jutaan militan kader telah kamu barisan untuk perjuangan NU dan PKB.

“Ya, Allah terimalah dia dalam husnul Khotimah, Al-fatihah”, tambahnya.

Setelah dari kantor DPP PKB, jenasah Kang Eman Hermawan langsung di kebumikan di Bangka Belitung Tanah kelahirannya.

Adapun Kata-kata bijak dari Eman Hermawan yang selalu di kenang oleh segenap kader-kadernya, “jika kamu mau panen empat bulan lagi, tanamlah padi. Jika kamu mau panen lima tahun lagi, tanamlah pohon sengon. Jika kamu mau panen sepuluh tahun lagi, tanamlah pohon jati. Tapi jika kamu mau panen selamanya, maka didiklah kadermu.

Tinggalkan Balasan