SUARARAKYATINDO.COM – Probolinggo, Pendidikan karakter kembali menjadi sorotan. Rektor Universitas Islam Zainul Hasan Genggong (UNZAH) Probolinggo, Dr. Abdul Aziz Wahab, M.Ag., menegaskan bahwa krisis karakter menjadi akar dari banyak persoalan sosial seperti kenakalan remaja, kekerasan terhadap anak, hingga rendahnya toleransi di tengah masyarakat.
“Karakter itu tidak muncul tiba-tiba. Harus dibentuk lewat proses panjang dan berkelanjutan, dimulai dari keluarga, sekolah, sampai lingkungan sosial,” kata Dr. Aziz saat menghadiri kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter bagi Guru PAI se-Kabupaten Probolinggo, Rabu (31/7/2025) di Kampus UNZAH, Genggong.
Kegiatan ini digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo, dalam rangka Milad Majelin Ulama Indonesia ke-50, sebagai bagian dari upaya sistematis untuk memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual dalam dunia pendidikan, khususnya di tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK.
Menurut Rektor UNZAH itu menyampaikan, bahwa pendidikan karakter bukan semata-mata tanggung jawab sekolah. Keluarga, lingkungan, dan institusi keagamaan juga harus turut andil.

“Kalau anak tidak disiapkan punya karakter yang baik sejak dini, maka akan jadi bom waktu bagi orang tua dan bangsa,” tegasnya.
Dr. Aziz juga menyebut lima tahapan penting dalam membentuk karakter yang efektif: Kesadaran akan pentingnya karakter, Melatih diri, Pembiasaan, Terbentuknya karakter, Penghargaan terhadap karakter baik.
Selain nilai-nilai keislaman, Dr. Aziz mendorong agar peserta didik ditanamkan rasa cinta terhadap bangsa sendiri serta nilai toleransi antaragama.
“Kita ini bangsa Indonesia, jangan malah lebih bangga budaya luar. Toleransi itu penting, baik sesama umat Islam maupun antarumat beragama. Termasuk menghormati pemerintah sebagai bagian dari adab kewarganegaraan,” ucapnya.
Kegiatan ini merupakan tahap awal dari serangkaian program pendidikan karakter di Probolinggo. Tahap lanjutan akan digelar di wilayah barat Kabupaten Probolinggo dalam waktu dekat.
“Ibarat baterai HP, pendidikan karakter itu harus terus di-charge. Kalau tantangannya makin besar, strategi penguatannya juga harus makin kuat,” imbunya.













