Menu

Mode Gelap
Exploring the World Of Private Jet Airlines: An Observational Examine Digital Circus Episodes Reviews Highlights and Episode Guides for Viewers Murder Drones Episodes Complete Guide to Every Season and Key Moments The Rise of Sugar Daddy Websites: Exploring Connections Without Meetings Knights of Guinevere Character Sheets with Hero Profiles and Ability Guides Unraveling Lizzy Murder Drone Cases and Practical Safety Guidance for Residents

Daerah

Heboh! Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan, Protes Lambannya Penanganan Banjir di Curahkates

badge-check


					Kondisi jalan Dusun Curahkates menuju desa Desa Opo-Opo nyaris tidak bisa terlewati. Foto: Istimewa. Perbesar

Kondisi jalan Dusun Curahkates menuju desa Desa Opo-Opo nyaris tidak bisa terlewati. Foto: Istimewa.

SUARARAKYATINDO.COM – Probolinggo, Hujan deras yang mengguyur wilayah Dusun Curahkates, Desa Opo-opo, Kabupaten Probolinggo, beberapa pekan lalu, mengakibatkan banjir hingga merusak infrastruktur jalan utama desa.

Tanggul penahan badan jalan dilaporkan jebol setelah tak mampu menahan derasnya arus air saat debit meningkat drastis.

Akibatnya, sebagian badan jalan amblas dan nyaris tak bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Akses vital warga menuju pusat aktivitas di Desa Opo-opo, khususnya di Dusun Curahkates, pun terganggu.

Pantauan di lokasi, kerusakan cukup parah terlihat di sisi bahu jalan yang longsor. Material tanah penyangga terkikis, menyisakan lubang menganga yang membahayakan pengguna jalan. Warga terpaksa melintas secara bergantian dengan ekstra hati-hati.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan masyarakat. Mereka menilai belum ada langkah konkret dan cepat dari pemerintah desa maupun instansi terkait untuk menangani kerusakan tersebut.

Sebagai bentuk protes, warga kemudian menanam pohon pisang tepat di tengah badan jalan yang rusak. Aksi ini dilakukan sebagai simbol sindiran atas lambannya penanganan sekaligus penanda bahaya bagi pengendara.

“Sudah beberapa hari dibiarkan, padahal ini jalan utama untuk aktivitas warga, anak-anak sekolah juga lewat sini. Kami tanam pisang supaya ada perhatian,” ujar salah satu pemuda Curahkates, Senin (24/2/2026).

Menurut warga, jalan tersebut merupakan akses penghubung antarwilayah yang cukup vital bagi mobilitas masyarakat, termasuk untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga distribusi hasil pertanian.

Jika tidak segera diperbaiki, mereka khawatir kerusakan akan semakin melebar, terutama jika kembali diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan tanggul serta rekonstruksi badan jalan yang terdampak, agar akses kembali normal dan keselamatan pengguna jalan dapat terjamin.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa terkait rencana penanganan kerusakan tersebut.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dua Bersaudara Asal Maron Diciduk Polisi, Diduga Terlibat Aksi Begal di Kraksaan

15 April 2026 - 18:00 WIB

Dua Bersaudara Asal Maron Diciduk Polisi, Diduga Terlibat Aksi Begal di Kraksaan

Komplotan Penipu Sapi di Pasar Wonoasih Dibekuk, Dua Ditangkap Tiga Masuk DPO

15 April 2026 - 13:08 WIB

Komplotan Penipu Sapi di Pasar Wonoasih Dibekuk, Dua Ditangkap Tiga Masuk DPO

Lonjakan Permintaan Pascale­baran Picu LPG 3 Kg Langka di Probolinggo

15 April 2026 - 13:04 WIB

Lonjakan Permintaan Pascale­baran Picu LPG 3 Kg Langka di Probolinggo

Gas Melon Dijual Tembus Rp30 Ribu, Wabup Probolinggo Sidak Kraksaan: Siapa Bermain di Balik Lonjakan Harga?

14 April 2026 - 18:38 WIB

Gas Melon Dijual Tembus Rp30 Ribu, Wabup Probolinggo Sidak Kraksaan: Siapa Bermain di Balik Lonjakan Harga?

Longsor Terjang Dua Rumah di Krucil, Kerugian Ditaksir Hingga Rp5 Juta

14 April 2026 - 10:56 WIB

Longsor Terjang Dua Rumah di Krucil, Kerugian Ditaksir Hingga Rp5 Juta
Trending di Daerah
error: