Jubir AMIN Sebut Lebih Krusial Intervensi Ketimbang Pantun

Jubir AMIN Sebut Lebih Krusial Intervensi Ketimbang Pantun
Muhaimin Iskandar saat berjabat tangan. (Foto: Ig @cakiminow)

SUARARAKYATINDO.COM- Juru bicara calon presiden Anies Baswedan, Surya Tjandra, meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) fokus mengawasi dugaan intervensi penguasa di Pemilu 2024 ketimbang mengurusi laporan pantun Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Hal ini disampaikan Surya merespons laporan terhadap Cak Imin ke Bawaslu karena pantunnya saat hari pengundian nomor urut di KPU dianggap mengajak publik memilih Anies-Muhaimin.

“Kami sangat berharap Bawaslu juga mau memperhatikan laporan-laporan soal intervensi penguasa ke dalam proses pemilu yang banyak disampaikan masyarakat,” kata Surya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/11/2023).

Surya menilai dugaan intervensi tersebut belakangan ini menjadi perbincangan publik. Baginya, dugaan intervensi itu lebih krusial untuk diawasi ketat oleh Bawaslu.

“Ini rasanya lebih krusial dan penting daripada sekadar pantun untuk mencairkan suasana tadi,” ucapnya.

Namun, Surya menghormati langkah warga yang melaporkan Cak Imin dalam rangka mengawal proses pemilu. Ia pun menunggu proses di Bawaslu ihwal pelaporan tersebut.

“Memang itu hak setiap warga negara untuk sama-sama mengawal proses Pemilu, kami menghormati dan menghargai laporan tersebut dan menunggu proses di Bawaslu,” katanya.

Hasto sebelumnya mengaku menjalin komunikasi dengan tim AMIN mengenai tekanan kekuasaan menjelang Pilpres 2024.

Menurutnya, AMIN merasakan hal yang sama soal tekanan kekuasaan tersebut. Dia menyebut banyak jenis tekanan telah ditemukan hingga ke daerah.

“Penggunaan suatu instrumen hukum, penggunaan instrumen kekuasaan, dalam konteks ini kami juga membangun komunikasi dengan AMIN karena merasakan hal yang sama,” kata Hasto di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Sabtu (18/11/2023).

Tinggalkan Balasan