SUARARAKYATINDO.COM, Probolinggo- Acara diskusi mingguan yang di selenggarakan oleh komunitas sedulur tunggal kopi yang di ketuai oleh Muhammad Fais Fathoni.
Acara diskusi ini membahas tentang kapitalisme pendidikan di alun-alun kota Kraksaan, karena melihat dari realitas sosial di tengah-tengah masyarakat sudah bukan rahasia lagi.
Jual beli di dalam lingkungan pendidikan, menurut Jhon Qudsi selaku Rektor Unika ( universitas kehidupan ) mengatakan Bahwa di dalam pendidikan ada jual beli.
“adanya jual beli di lingkungan pendidikan penyebabnya adalah karena kurangnya kesadaran terhadap tujuan pendidikan dalam membangun moralitas untuk mencerdaskan kehidupan sehingga melupakan tujuan dari pendidikan itu.” Katanya.
Ada hal yang miris ketika akhir pekan lalu seorang Rektor melakukan tindak pungutan liar terhadap penerimaan mahasiswa baru dengan tarif begitu fantastis tanpa melalui prosedur yang benar.
“Tentunya reaksi masyarakat semakin enggan untuk menguliahkan anaknya karena terjadinya praktek korupsi di lingkungan pendidikan yang seharusnya tidak terjadi, karena kampus sebagai simbol pendidikan dan moralitas seharusnya bersih,”tambahnya.
bukan justru berdagang berbasis pada material keuntungan mengekploitasi dari para mahasiswa, kadangkala kampus mirip seperti pasar hanya menjual prestasi lomba internasional mahasiswa dan mahasiswi yang sebetulnya fiktif.
Rekayasa lomba online sulit di minta pertanggung jawabannya tanpa adanya kejelasan kemampuan intelektual dari pesertanya, tidak bersandar pada integritas kualitas pendidikan yang progresif dan visioner
Betapa mirisnya ketika beasiswa dari mahasiswa dan mahasiswi di potong tanpa adanya pemberitahuan dan hal itu di lakukan sudah bertahun-tahun lamanya sehingga menjadi kebudayaan yang bobrok.
Menggurita di lingkungan civitas akademik, dan anehnya para mahasiswa dan mahasiswi takut bersuara di karenakan di ancam tidak ilmunya tidak barokah, bukanlah pernyataan itu hal yang konyol.
Ketika kemungkaran di biarkan begitu saja orang yang mengetahui tapi tidak memperbaiki maka juga terkutuk. Justru orang yang berani menyatakan kebenaran sekali pun pahit, itu lebih barokah karena menyelamatkan pencurian secara terang-terangan
Pendidikan di galakkan untuk membebaskan dari belenggu kebodohan meminimalisir keterbelakangan pengetahuan malah semakin gencar biaya kampus melonjak tidak ada sosialiasi kepada mahasiswa dan mahasiswi mengapa biayanya naik begitu drastis dan tidak rasional, ketika di minta transparansi keuangan malah sinis dengan nada mengancam.
“Mari kita berfikir sejenak, untuk apa sebenarnya pendidikan jika integritas di dalam sistem kampus sudah kehilangan wibawa dan kehormatannya, sedangkan mahasiswa dan mahasiswi besar harapan terhadap mutu dari Dosen, Rektor kurang berkualitas dan fasilitas penunjang seringkali tidak memadai padahal mahasiswa dan mahasiswi sedang membutuhkan, hanya di berikan janji manis belum tau juga kejelasannya,” jelasnya pada Selasa 29/08/2023.
Bukankah tujuan utama kampus secara visi dan memberantas kebodohan, akan tetapi jual beli dan ekploitasi di lingkungan malah semakin gila, artinya, jika berorientasi pada material keuntungan maka degradasi moral dan etika pendidikan melahirkan kejahatan baru yang di sebut para kriminalitas intelektual, tentu mahasiswa dan mahasiswi yang cerdas sadar ketika di perlakukan semena-mena.
mari satukan barisan, bikin perhitungan
karena perubahan akan muncul dari pergerakan.
Salam Logika Cara Berfikir
Salam Kesadaran Penindasan













