Pasangan Anies-Muhaimin Berpeluang Besar Dibanding Prabowo-Gibran, Begini Penjelasan Guru Besar UgM

Pasangan capres-cawapres Pilpres 2024 saat berfoto bersama pada acara PAKU Integritas KPK. (Foto: Instagram@cakiminnow)

SUARARAKYATINDO.COM – Yogyakarta, Sejumlah lembaga survei masih menempatkan elektabilitas Prabowo-Gibran sebagai peringkat pertama. Namun posisinya sangat rawan turun. Sedangkan Anies-Muhaimin tren terus naik yang kini berada di urutan kedua. dan Ganjar-Mahfud di posisi ketiga.

Guru Besar UGM Yogyakarta Prof. Dr. Indra Bastian, M.B.A. mengambil contoh dari hasil dua lembaga survei, yakni LKPI Starpoll dan Indonesia Political Opinion (IPO). Dua lembaga survei ini menempatkan Prabowo-Gibran peringat pertama, Anies-Muhaimin runner up dan ketiga ditempati Ganjar-Mahfud.

Berdasarkan temuan terbaru LKPI Starpoll, Survei ini menemukan adanya persaingan ketat antara Anies-Muhaimin (33,2 persen) dengan Prabowo-Gibran (35,5 persen). Sementara elektabilitas Ganjar-Mahfud relatif tertinggal (16,8 persen).

Survei LKPI Starpoll ini dilaksanakan pada 20 Desember 2023–4 Januari 2024 dengan mewawancarai 2.500 orang yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Wawancara dilaksanakan secara tatap muka di 38 provinsi di Indonesia. Dengan metode tersebut, survei ini memiliki margin of error kurang lebih 2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Prof Indra mengatakan, dari hasil survei tersebut, yang pasti Pilpres 2024 tidak mungkin terjadi satu putaran. “Paslon 02 (Prabwoo-Gibran) tertinggi tapi sudah mentok. Anies-Muhaimin tren naik, sedangkan Ganjar-Mahfud flutuatif, naik turun,” ungkap Prof Indra, Kamis, 18 Januari 2024.

Pasangan Calon nomor urut 02, kata Indra, bisa sangat mungkin turun menjadi peringat kedua, karena rata-rata deviasi Pilpres di Indonesia sekitar 10 persen. “Deviasi di Indonesia tinggi, berbeda dengan di Amerika Serikat sekitar 3-4 persen,” ungkapnya.

Menurutnya, deviasi survei Pilpres di Indonesia tinggi karena rata-rata orang saat ditanya bukan pemilih yang serius pada pilihannya. Di Indonesia tidak ada ideologi yang kuat pada partai atau paslon.

“Tak heran di Indonesia sering ada kondisi di mana dalam berkoalisi kadang masuk sana, kadang masuk sini. Berbeda dengan Amerika Serikat, ada Republikan dan Demokrat, sudah ideologis,” terangnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan, temuan menarik juga dilihat dari hasil survei IPO periode 1-7 Januari 2024. Prabowo-Gibran meraih 42,3 persen, Anies-Muhaimin 34,5 persen, dan Ganjar-Mahfud 21,5 persen.

Lebih lanjut Prof Indra, deviasi juga berkaitan dengan militansi dari pendukung masing-masing paslon. Di survei tersebut, pasangan AMIN paling militan. Pemilih pasangan 01 yang sudah sangat yakin 34,2 persen, 47,3 persen yakin, 15 persen tidak yakin, 2,1 persen sangat tidak yakin dan 1,4 persen mengaku tidak tahu.

Pendukung paslon 02 hanya 22,3 persen yang mengaku sangat yakin, yakin 54,8 persen, tidak yakin 15,2 persen, sangat tidak yakin 3,8 persen, dan 3,9 persen mengaku tidak tahu. Sedangkan pendukung paslon 03 yang mengaku sangat yakin 26,1 persen, 48,3 persen mengaku yakin, 16 persen tidak yakin, 3,5 persen sangat tidak yakin, dan 5,8 persen mengaku tidak tahu.

Terlebih, kata dia, dari hasil survei tersebut, pasangan AMIN sebagai runner up namun tingkat miltansi pendukungnya tertinggi. “Prabowo-Gibran peringkat di survei tertinggi, namun tingkat militansi pendukungnya paling rendah. Artinya 02 ini bisa terperosok,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan