Menu

Mode Gelap
Exploring the 2026 Gambling Market Groundbreaking Hotel Azana Style Kraksaan Dimulai, Jadi Harapan Baru Investasi dan Pariwisata Probolinggo Pipa Utama Pecah, Distribusi Air Perumdam Bayuangga di Kota Probolinggo Lumpuh Advokat Moh. Ali Murtadho Sebut Hellyana Tidak Memiliki Niat Jahat dalam Kasus Ijazah Pemkab Probolinggo Gelar Aksi Bersih Pantai Gili Ketapang, Jaga Daya Tarik Wisata Bahari Penjual Tempe di Probolinggo Dibegal Saat Subuh, Motor dan Dagangan Raib

Nasional

Viral! Oknum TNI Menembak Kucing, Ini Respon Ketua Komisi 1 DPR RI

badge-check


					Meutya Hafid ketika di minta keterangan oleh awak media. (Foto; Kementerian) Perbesar

Meutya Hafid ketika di minta keterangan oleh awak media. (Foto; Kementerian)

SUARARAKYATINDO.COM- Penembakan terhadap kucing yang dilakukan oleh oknum TNI viral karena tindakannya tidak mempunyai kasih sayang terhadap hewan.

Kejadian itu langsung di respon oleh Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid. Pasalnya, oknum TNI yang melakukan penembakan terhadap seekor kucing ditindak tegas. Karena penembakan terhadap seekor kucing itu adalah tindakan yang tidak benar.

“Pertama jelas salah. Kucing makhluk Tuhan, tidak untuk dibunuh. Kalaupun tidak bisa menyayangi, ya paling tidak jangan disakiti apalagi dibunuh,” kata Meutya Hafid kepada wartawan, Jumat (19/8/2022).

Politisi perempuan Partai Golkar itu pun menyoroti penggunaan peluru untuk menembak hewan mamalia tersebut.

Selain bukan untuk menembak kucing, Meutya mengatakan perlu ada evaluasi terkait penggunaan senjata. “Peluru itu dibeli pakai uang negara bukan untuk menembaki kucing,” kata Meutya.

Harus ada evaluasi di internal TNI, sebab apa yang dilakukan pada hewan itu merupakan tindakan yang tidak wajar. “Jadi ini perlu ada evaluasi penggunaan senjata di tubuh TNI agar tidak disalah gunakan,” lanjut dia.

Terpisah, Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Demokrat Rizki Aulia Rahman mengatakan pihaknya mendorong TNI untuk bisa melakukan evaluasi penggunaan senjata secara konsisten.

Menurut Rizki, evaluasi penggunaan senjata ini tidak hanya dilakukan per tahun maupun per bulan. “Jadi evaluasi bukan pertahun, evaluasi bukan perbulan. Tapi terus bisa ditekankan untuk bisa menajaga kedisiplinan dari anggota TNI itu sendiri,” katanya.

Anggota TNI merupakan aparatur negara yang sudah memang terlatih dalam kedisiplinan maupun urusan Tempak menembak. Akan tetapi, tidak boleh menembak hewan sembarangan.
“Tentu kalau untuk penembakan kucing ini sudah cukup serius marena memang mereka dilatih ditugaskan untuk memakai senjata api,” lanjut Rizki.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Advokat Moh. Ali Murtadho Sebut Hellyana Tidak Memiliki Niat Jahat dalam Kasus Ijazah

8 Mei 2026 - 17:47 WIB

Kuasa Hukum Penggugat Kepengurusan DPW PPP Jabar: SK DPP Penuh Kejanggalan

7 Mei 2026 - 12:09 WIB

Koridor Hijau Desa Mulai Dibangun di Grobogan, IPDA Jadi Inisiator Utama

22 April 2026 - 17:38 WIB

Polda Metro Jaya Kantongi Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari Empat Orang

18 Maret 2026 - 20:24 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI

14 Maret 2026 - 13:00 WIB

Trending di Nasional
error: